Close

Perkara Dispensasi Kawin Meningkat di Kota Pariaman

Yang Ariani Ketua Pengadilan Agama Pariaman Kelas I B.

PARIAMAN, METRO–Jumlah perkara  dispensasi kawin atau kawin muda  yang ditangani oleh Pengadilan Agama Pariaman di wilayah Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman meningkat dari tahun sebelumnya.

Ketua Pengadilan Agama  Pariaman Kelas I B, Yang Ariani, mengungkapkan salah satu penyebab me­ningkatnya perkara dis­pensasi kawin adalah pem­berian hak kepada seseorang untuk menikah meski belum mencapai batas minimum usia per­nikahan.

 “Tahun 2020 jumlah perkara dispensasi kawin yang kami tangani se­banyak 30 perkara. Untuk 2021 hingga akhir September sudah lebih 30 per­kara yang artinya tahun ini ada peningkatan per­kara,” ujarnya.

Ia mengatakan, salah satu faktor adanya pe­ningkatan perkara dis­pensasi kawin yaitu perubahan Undang-undang No 1 tahun 1974 pada tahun 2019.

“Undang-undang perkawinan Nomor 1 tahun 1974 mengalami revisi pada tahun 2019. Pada pasal undang-undang tersebut dikatakan bahwa yang semula usia minimal untuk diizinkan melakukan perkawinan yaitu perempuan 16 tahun dan pria 19 tahun. Namun setelah ada revisi tahun 2019 usia minimal ke duanya adalah 19 tahun,” ungkap Yang Ariani.

Dikatakannya, berdasarkan perubahan itulah adanya peningkatan permohonan dispensasi kawin yang dimohonkan oleh orang tua atau yang ber­sangkutan. Pada sisi lain, Yang Ariani tidak menafikan salah satu penyebab adanya perkara dispensasi kawin adalah kasus “hubungan” sebelum nikah. “Seperti kasus hubungan suami istri padahal belum menikah. Dan atas kasus itu pihak keluarga mengurus dispensasi nikah,” kata dia.

Ia menambahkan, jika tidak ada surat dispensasi kawin, maka pihak KUA tidak berani menikahkan yang bersangkutan. Pihaknya juga berhati-hati dalam mengurus perkara ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pemohonnya. (ozi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top