Menu

Peringati Hari Santri Masa Covid-19, Tetap Semangat, Patuhi Protokoler Kesehatan

  Dibaca : 157 kali
Peringati Hari Santri Masa Covid-19, Tetap Semangat, Patuhi Protokoler Kesehatan
BERSAMA SANTRI— Plt Wali Kota Pariaman Mardison Mahyuddin foto bersama para santri.

Laporan :Efanurza, Kota Pariaman
Peringatan hari santri tahun 2020 di Kota Pariaman berlangsung meriah dan semarak. Kenapa tidak peringatan hari santri di Kota Pariaman ini ditandai dengan upacara pengibaran bendera merah putih di Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Al Muhajirin, Desa Kampung Kandang, Kecamatan Pariaman Selatan.

Plt Wali Kota Pariaman Mardison Mahyuddin langsung menghadiri hari santri Nasional tahun 2020. Plt Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin membacakan amanat Meteri Agama RI, Fachrul Razi dalam peringatan hari santri ini.

“Hari santri tidak terlepas dari pengakuan Pemerintah Indonesia terhadap kiprah ulama dan santri dengan resolusi jihad yang dikumandangkan oleh Hadlaratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, Rais Akbar Nahdlatul Ulama, pada 22 Oktober 1945,” kata Plt Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin.

Katanya, tanpa resolusi jihad NU dan pidato Hadlaratus Syeikh yang menggetarkan ini, tidak akan pernah ada peristiwa besra 10 November di Surabaya, yang kelak diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Dalam amanat Meteri Agama RI, Fachrul Razi, selain penetapan hari santri, santri dan pesantren juga telah memiliki Undang-Undang nomor 18 tahun 2019 tentang pesantren. “Undang-undang Ini memberikan afirmasi, rekognisi, dan fasilitasi terhadap pesantren dalam melaksanakan fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Untuk peringatan hari santri tahun ini katanya, secara khusus mengusung tema santri sehat Indonesia kuat. Isu kesehatan diangkat berdasar fakta bahwa dunia internasional, tak terkecuali Indonesia, Saat Ini, tengah dilanda pandemi global corona virus disease 2019 (Covid-19).

“Tema ini adalah jawaban dari komitmen kita bersama dalam mendorong kemandirian dan kekhasan pesantren. Saya yakin, jika santri dan keluarga besar pesantren sehat, bisa melewati pandemi covid-19 ini dengan baik, Insyaallah, Negara kita juga akan sehat dan kuat,” tuturnya.

“Kita semua berikhtiar agar pandemi segera berlalu. Keluarga besar pesantren, santri, masyarakat Indonesia, dan warga dunia bisa melewati pandemi ini dengan baik. Terimakasih kepada seluruh santri Indonesia atas peran dan kontribusinya kepada umat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Berdasarkan hal demikian Plt Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin memperingati hari santri nasional tahun 2020 di Kota Pariaman.

Pjs Wali Kota Pariaman Mardison Mahyuddin menjadi pembina upacara dalam rangka Hari Santri Nasional 2020 yang dilaksakan oleh Kementereian Agama Kota Pariaman.

Upacara yang dilaksanakan sesuai standar protokol kesehatan dilakukan di halaman Pondok Pesantren (PPS) Syehburhanuddin Al-Muhajirin Desa Kampung Kandang Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman.

Mardison Mahyudidn mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pariaman yang telah melaksanakan upacara memperingati Hari Santri Nasional 2020 sesuai dengan standar protokol kesehatan. “Alhamdulillah meskipun dimasa pandemi covid-19, kita bisa melaksanakan upacara dalam rangka memperingati hari santri nasional tahun 2020 dengan tetap mematuhi standar protokol kesehatan namun tidak mengurangi khidmatnya upacara itu sendiri,” ujarnya.

Hari ini ia melihat langsung semua santri yang ada di PPS.Syehburhanuddin Al-Muhajirin dalam keadaan sehat dan mereka semua menunjukkan bahwa santri juga sama seperti siswa atau pelajar lainnya yang bisa dalam segala hal.

“Selain menekuni agama, para santri juga bisa dengan sukses menjadi pelaksana pada upacara Hari Santri Nasional 2020, “ ungkap Plt.Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin.

Katanya, tahun 2020 merupakan tahun ke enam peringatan hari santri Nasional. Momentum hari santri hari ini perlu ditransformasikan menjadi gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan. Spirit nasionalisme bagian dari iman perlu terus digelorakan di tengah arus ideologi fundamentalisme agama yang mempertentangkan Islam dan nasionalisme.

Islam dan ajarannya tidak bisa dilaksanakan tanpa tanah air. Mencintai agama mustahil tanpa berpijak di atas tanah air, karena itu Islam harus bersanding dengan paham kebangsaan.

Ia berharap semoga saja pada peringatan hari santri nasional keenam tahun 2020 di Kota Pariaman, para santri tetap terus bersemangat dalam menuntut ilmu khususnya bidang keagamaan yang lebih baik lagi karena santri merupakan kader – kader ulama yang nantinya akan menyampaikan kebaikan keseluruh masyarakat.

“Sesuai dengan tema Santri Sehat Indonesia Kuat, para santri bisa menjaga dan memutus rantai covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan dimanapun berada sehinga tidak tertular virus tersebut,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Kementerian Agama Kota Pariaman Miswan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pariaman yang telah menyetujui dilaksanakan upacara hari santri nasional tahun 2020 dengan telah ditetapkannya Kota Pariaman berada di Zona Orange.

“Upacara hari santri nasional 2020 memang berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya. Tahun ini kita bisa bersyukur karena masih melaksanakan upacara langsung dalam rangka memperingati hari santri nasional,” ujarnya.

Hanya saja sesuai ketentuan yang telah diberikan, upacara tidak bisa diikuti oleh seluruh santri di Kota Pariaman, melainkan hanya perwakilan saja dan tidak lebih dari 50 orang.

Kali ini hari santri Nasional 2020 mengambil tema besar santri sehat, Indonesia Kuat’. Seperti yang dicanangkan Presiden Joko Widodo dalam Keputusan Presiden nomor 22 tahun 2015 tentang hari santri nasional.

Tema ini menunjukkan sinergitas untuk mencegah covid-19. Sehat bisa diartikan kebugaran dan perbuatan baik lahir maupun batin. Tubuh yang sehat akan berwujud kualitas SDM yang mumpuni dan berprestasi serta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Saat ini ada 4 pondok pesantren yang dikelola oleh Kemenag Kota Pariaman. Dan semuanya selalu kita awasi baik cara belajar maupun sikap dan perilaku selama pemondokkan apalagi pada masa adaptasi kebiasaan baru. Mari kita bangkit dalam pencegahan Covid-19 dengan adaptasi kebiasaan baru dengan tetap dalam kesederhanaan dan kekhidmatan. Saya yakin dengan kedisiplinan yang baik Covid-19 bisa hilang dari bumi ini,” tandasnya.

Sementara , pemilik PPS Syehburhanuddin Al-Muhajirin Khairul Firdaus Tk.Kuniang merasa bangga dan terharu sekaligus mengucapkan terima kasih karena telah ditunjuk sebagai tuan rumah dalam melaksanakan upacara Hari Santri Nasional tahun 2020 di Kota Pariaman.

Sehingga dengan sendirinya Pemerintah Kota Pariaman bisa melihat langsung situasi terkini PPS yang sudah menamatkan santri 3 (tiga) kali angkatan.

“Alhamdulillah dengan telah dikunjungi oleh Pemerintah Kota Pariaman dan Kemenag Kota Pariaman, semoga saja PPS.Syehburhanuddin Al-Muhajirin akan lebih mendapatkan perhatian dan bantuan sehingga PPS.Syehburhanuddin Al-Muhajirin bisa lebih baik lagi kedepannya dalam segala hal dan melahirkan santriwan dan santriwati yang genius dan bijaksanak,” teranganya mengakhiri. (***)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional