Menu

Peringatan HANI 2020, Suhatri Bur: Sumbar Daerah Transit Narkoba

  Dibaca : 158 kali
Peringatan HANI 2020, Suhatri Bur: Sumbar Daerah Transit Narkoba
DIALOG— Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri saat berdialog dengan Wakil Ketua DPRD Sumbar Indra Datuak Rajo Lelo, usai peringatan puncak acara Hari Anti Nakotika Internasional (HANI).

PDGPARIAMAN, METRO
Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur menyatakan berbagai jenis narkoba dapat merusak masa depan manusia.

“Karena itu saya selalu tegaskan kepada semua lapisan masyarakat agar selalu menjauhi dan membasmi berbagai jenis narkoba,” kata Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur saat menghadiri puncak peringatan Hari Anti Nakotika Internasional (HANI) tahun 2020, kemarin.

Apalagi, dalam HSNI tahun 2020 ini mengambil tema hidup 100 persen di era new normal sadar, sehat, produktif dan bahagia tanpa narkoba.

Dalam kondisi menuju tatanan kehidupan baru (new normal) ini melaksanakan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI).

“Biasanya kita melaksanakan kegiatan ini secara meriah, ramai-ramai, tapi sekarang harus kita sesuaikan dengan Protokol Covid-19,” ujarnya.

Dikatakan, temanya hidup 100 persen di era new normal, Sadar Sehat, Produktif Tanpa Narkoba”. HANI ini perlu diperingati karena tidak ada negara di dunia ini yang bebas narkoba. Jadi, narkoba sudah merupakan wabah yang bersifat internasional juga.

“Sudah banyak jatuh korban. Sudah berbagai macam cara dilakukan untuk memberantasnya. Sumatera Barat ini sendiri sudah sudah termasuk jalur merah,” ungkapnya.

Suhatri Bur menceritakan narkoba khususnya ganja di Sumatera Barat ini masuk melalui Aceh, lalu masuk ke Pasaman.

Dari Pasaman ini menyebar kemana-mana. Bahkan menurut dia, Sumbar ini sudah menjadi daerah tujuan dan transit bagi narkoba itu.

Sudah banyak jaringan pengedarnya. Untuk sabu dan ekstasi, rata-rata masuk dari Pekanbaru ke Payakumbuh.

Suhatri Bur  berharap pemerintah, swasta, masyarakat turut serta dalam upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Dia pun sangat berharap terhadap keberadaan tungku tigo sajarangan di Minangkabau ini yaitu niniak mamak, alim ulama dan cadiak pandai.

“Semua harus turut berkolaborasi dalam upaya P4GN untuk menekan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika ini. Jika perlu zero. Karena bagaimanapun pencegahan ini lebih baik dari pemberantasan,” tandasnya. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional