Menu

Perhitungan Kursi DPRD Sumbar, Gerindra Kuasai Dapil II, PAN Dapil VIII

  Dibaca : 3077 kali
Perhitungan Kursi DPRD Sumbar, Gerindra Kuasai Dapil II, PAN Dapil VIII
Ilustrasi

PADANG, METRO – Setelah penghitungan sementara, hasil pemilihan umum tahun 2019, peraih suara terbanyak di Daerah Pemilihan (Dapil) II (Pariaman-Padangpariaman) didominasi Partai Gerindra. Sementara di Dapil VIII (Pessel-Mentawai) diungguli PAN.

Peraih tujuh kursi di Dapil VIII adalah Gerindra, Golkar, Nasdem, PKS, PAN, PPP, Demokrat. Untuk periode ini, Dapil VIII, PAN tampil sebagai perolehan suara tertinggi. Karena itu, secara automatis peraih kursi pertama akan diisi kader dari partai yang didirkan Amien Rais tersebut.

Dengan prolehan suara 32.683, peraih kursi pertama adalah caleg incumben nomor urut 1, Iswandi Latif. Kursi kedua, bakal disi oleh PPP. Dengan perolehan suara 26.197, caleg nomor urut 2, Imral Adenansi, bakal menempati posisi kursi ke-2.

Kemudian, untuk kursi ke-3, bakal diisi Partai Gerindra. Dengan perolehan suara 26.083, Muchlis Yusuf Abit, caleg nomor urut 1, bakal menduduki kursi ketiga. Kemudian kursi ke-4 diisi PKS. Dengan perolehan jumlah suara 24.940, kursi keempat bakal diisi oleh celeg nomor 2 PKS, Hamdanus. Dia berhasil mengalahkan caleg incumbent Mochlasin namun pindah Dapil, nomor urut 1.

Untuk kursi kelima, jatahnya Demokrat. Dengan perolehan suara 21.257, kursi kelima bakal diisi caleg nomor urut 1, Ali Tanjung. Kursi keenam bakal diisi Nasdem. Dengan perolehan suara 18.491, kursi ke-6 bakal diisi oleh caleg nomor urut 2 Bakri Bakar dan mengalahkan caleg incumben nomor 1 Risnaldi Ibrahim.

Kursi terakhir diprediksi bakal disi oleh Partai Golkar. Dengan perolehan suara 18.434 kursi ke tujuh akan diisi oleh caleg nomor 4 Zafri Deson. Dengan perolehan suara terbanyak di berhasil meninggalkan suara nomor urut 1-3.

Gerindra Dua Kursi

Sementara untuk Dapil II (Kota Pariaman dan Padngpariaman), dari tujuh kursi yang ada di dapil tersebut, diprediksi partai yang bakal memperoleh suara tertinggi adalah Gerindra. Dengan jumlah suara sekitar 42.348 dan dipekirakan bakal peroleh dua kursi.

Kursi pertama akan diisi oleh caleg nomor urut 4 Partai Gerindra, Tri Suryadi. Kemudian, kursi ke dua menjadi jatah PAN. Dengan perolehan suara 35.689, kursi kedua bakal menjadi jatah caleg PAN nomor I, Muhammad Ikhbal, putra Bupati Padangpariaman Ali Mukhni. Kemudian kursi ke-3 akan menjadi jatah PKS. Dengan perolehan suara 28.073, kursi ketiga bakal diduduki caleg PKS nomor urut 1, Muhammad Ridwan.

Kursi ke-4 menjadi milik Golkar, dengan perolehan suara 18.447, caleg incumben dari Golkar nomor urut 1, Siti Izzati Azis bakal menduduk kursi keempat. Kursi ke-5 menjadi jatah Demokrat. Dengan perolehan suara 17.323, caleg incumben dari Demokrat, nomor urut nomor 1 M Nurnas.

Kursi ke-6 bakal diisi kembali oleh Gerindra. Dengan perolehan hasil pembagian tiga suara, 16.944, menjadi milik caleg Gerindra nomor urut 2, Jempol. Kursi terakhir, menjadi milik PKB. Dengan perolehan suara 14.268, kursi ke-7 diperiksi bakal diduduki M Firdaus.

Anggota KPU Sumatera Barat, Gabriel Daulay mengatakan, hingga kemarin, Senin (29/4) baru 10 kabupaten yang menyelesaikan perekapan suara di tingkat kecamatan.

Dari 179 kecamatan yang ada di Sumbar ada 135 kecamatan yang sudah selesai lakukan perekapan suara Pemilu 2019.

“135 itu tidak di 10 kabupaten dan kota itu saja, tetapi di kabupaten dan kota lain ada juga sebagian, namun yang 10 kabupaten itu secara keseluruhannya sudah selesai,” katanya, kemarin.

Ditambahkannya, untuk perekapan suara di tingkat provinsi saat ini belum dimulai, tetapi untuk di tingkat kecamatan yang ada di Sumbar presentasenya hingga kemarin sudah mencapai 75%.

“Rekap itu bertahap, mulai dari PPK yang dimulai 18 April hingga 4 Mei, kabupaten/kota 20 April hingga 7 Mei, kemudian baru tingkat provinsi 22 April sampai 12 Mei, untuk presentase kecamatan sudah di angka 75%,” katanya.

Kata Gabriel, perekapan suara juga bisa dilakukan dengan simultan. “Simultan itu apabila di salah satu daerah sudah menyelesaikan perekapan suara, bisa langsung melanjutkan ke tingkat berikutnya atau berbarengan, tidak mesti ditunggu dulu, tapi kalau ditunggu juga tidak masalah,” ujarnya.

Kemudian, saat ditanyakan terkait pelaksanaan PSU kemarin di 101 TPS di Sumbar, apakah ada pengaruh terhadap proses rekapitulasi suara yang sedang berlangsung?

“Tentu ada, khususnya di TPS yang mengadakan PSU tersebut, proses rekapnya di pending, tetapi untuk daerah yang tidak melakukan PSU proses rekapnya masih tetap berjalan. Kalau untuk proses rekap di daerah yang tidak melaksanakan PSU, itu proses rekapnya tidak menggangu, jadi proses rekap tetap seperti biasa,” lanjutnya.

Terahkir Gabriel menyampaikan, sejauh ini untuk tingkat Kabupaten dan kota yang sudah menyelesaikan rekapitulasi suara hanya kota Padang Panjang saja. “Dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, baru kota Padangpanjang saja yang sudah selesai,” tutupnya. (hsb/heu)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional