Menu

Perhajian di Indonesia Diperketat, Naik Haji Dua Kali, Visa Tanggung Sendiri

  Dibaca : 179 kali
Perhajian di Indonesia Diperketat, Naik Haji Dua Kali, Visa Tanggung Sendiri
Jufrimal

PAHLAWAN, METRO – Kepala Kankemenag Payakumbuh melalui Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah H. Jufrimal dengan tegas menyampaikan bahwa sistem perhajian di Indonesia semakin diperketat.

Setelah sebelumnya kebijakan pembatasan pendaftaran bagi jemaah haji yang Purna Haji untuk tahun haji 2019, pemerintah bersama DPR kembali mengeluarkan Kebijakan bahwa calon jemaah haji yang purna haji pada tahun 2014 sampai tahun 2018, kalau ingin menunaikan ibadah haji (reguler atau plus) visa menjadi tanggungan pribadi calon jemaah.

Menurut Jufrimal yang baru mengikuti sosialisasi Biometrik perhajian dengan dirjen PHU Nizar Ali di Padang tanggal 13 – 15 Maret di hotel Mercure Padang, mengutarakan bahwa kebijakan ini diambil pemerintah bersama DPR adalah untuk meminimalisir panjangnya antrian calon jemaah haji.

“Untuk Kota Payakumbuh yang berpedoman kepada kuota sumbar, antrian sudah tahun 2037. Begitu panjang dan begitu tinggi semangat muslim Kota Payakumbuh dalam menunaikan rukun islam kelima ini,” beber Jufrimal, Rabu (27/3) pagi, di rung kerjanya.

Bagi jemaah yang sudah haji di tahun 2014 – 2018 kalau ingin kembali menunaikan haji, visa tidak ditanggung pemerintah. Tapi ditanggung pribadi jemaah. Yaitu sebesar SAR 2000 (Diktum Kesatu Per Dirjen Haji Nomor 118 tahun 2019 tertanggal 18 Maret 2019) Pada Diktum Kesatu tersebut dijelaskan bahwa jemaah haji dan TPHD (Tim Pemandu Haji Daerah) tahun 2019 yang sudah haji sebagaimana terdata di pemerintahan Arab Saudi wajib membayar Visa sebesar SAR 2000 / orang.

Diktum kedua, Biaya pengutusan Visa sesuai dengan asumsi saat BPIH disepakati pemerintah dengan DPR, yaitu Kurs SAR 1, sekitar 3786, 67. Sekitar Rp 7, 573, 340.

”Dari data calon jemaah haji kita di Kota Payakumbuh ada 253 jemaah, 231 belum pernah haji. Terkait persiapan manasik kita sudah laksakan sesuai aturan dan kesepakatan. Insyaallah manasik di Kankemenag kita gelar 2 kali ditambah 8 kali di Kua Kecamatan dengan pembiayaan ditanggung penuh pemerintah,” katanya.

”Adapun menyangkut istithaah jemaah adalah ditentukan Kementerian Kesehatan RI. Alhamdulillah, jemaah kita tahun ini sehat-sehat dan lebih muda dibanding tahun lalu. Intinya, jemaah tahun ini insyaallah lulus istithaah kesehatan haji,” pungkas Jufrimal. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional