Menu

Pergi Memancing, Warga Agam Temukan Buaya Sepanjang 110 CM

  Dibaca : 290 kali
Pergi Memancing, Warga Agam Temukan Buaya Sepanjang 110 CM
BUAYA— Tim BKSD Kabupaten Agam menerima anak buaya muara yang ditangkap oleh salah seorang warga Lubuk Basung, Kamis (1/7).

AGAM, METRO–Seorang pemancing ber­na­ma Adek Candra (45) warga Titisan Tunggang, jorong Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Ba­sung, Kabupaten Agam me­nang­kap seekor anak buaya mu­ara (Crocodylus Porosus) , Kamis (1/7).

Anak buaya berjenis kelamin betina dengan panjang 110 cm tersebut ditemukan oleh Adek Candra di Su­ngai Batang Lolo yang be­rada tidak jauh dari rumah­nya. Usai menangkap bu­aya, pria tersebut ke­mu­dian memberitahukan ke­pada pihak Balai Kon­ser­vasi Sumber Daya Alam (BKSDA) resor Agam untuk diobsevasi.

Kuat dugaan, satwa dilindungi tersebut tersesat di hulu sungai yang ber­jarak cukup jauh dari lokasi ditemukan saat mening­katkanya volume air su­ngai disebabkan hujan be­berapa hari yang lalu.

Kasi Konservasi Wila­yah I Balai Konservasi Sum­­ber Daya Alam (BKSDA) Sumbar Khairi Ramadhan mengatakan, anak buaya muara itu berjenis kelamin betina, berusia sekitar satu tahun, ditemukan oleh war­ga yang sedang me­man­cing.

“Saat itu seorang warga sedang memancing ikan, kemudian melihat anak buaya dengan panjang sekitar 110 sentimeter melintas di dalam sungai,” katanya didampingi Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam Ade Putra.

Melihat anak buaya itu, Adek pun berniat me­nang­kapnya dengan menggu­na­kan tali. Setelah tertang­kap, anak buaya langsung dibawa ke rumahnya dan diletakkan di perkarangan rumah. Lantas, Adek mencari informasi nomor HP petugas KSDA Agam dan melaporkan temuan itu.

“Kami langsung mendatangi rumah Adek dan membawa satwa itu ke Kantor KSDA Agam untuk observasi,” katanya.

Dikatakannya, lokasi temuan satwa dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Ta­hun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya itu tidak berada di habitatnya. Pihaknya menduga satwa itu tersesat akibat naiknya volume air sungai di hulu setelah curah hujan cukup tinggi beberapa hari yang lalu.

“Berkemungkinan anak buaya ini berasal dari Sungai Batang Masang yang merupakan habitat buaya muara. Kami tidak menduga satwa ini bisa sampai di lokasi itu, karena jarak cukup jauh dari habitatnya sekitar 20 kilometer dan kami cukup terkejut saat mendapatkan laporan itu,” tutupnya. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional