Menu

Pergi Lewat Transportasi Darat, Patuhi SE Dirjen Hubdat No 43 Tahun 2021

  Dibaca : 42 kali
Pergi Lewat Transportasi Darat, Patuhi SE Dirjen Hubdat No 43 Tahun 2021
PENUMPUKAN PENUMPANG— Terlihat penumpukan penumpang di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, kemarin.

PADANG, METRO–Bagi masyarakat Pro­vinsi Sumatera Barat (Sum­bar) yang akan bepergian ke provinsi lain di Pulau Jawa dan Bali melalui tran­sportasi darat, diminta un­tuk melengkapi persya­ratan sesuai Surat Edaran (SE) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Nomor. 43 Tahun 2021, sejak keberangkatan.

Imbauan tersebut di­sam­paikan Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Provinsi Sumbar, Keme­nterian Perhubungan, De­ny Kusdyana, Senin (5/7). Im­bauan tersebut me­nin­dak­lanjuti pelaksanaan Pem­ber­lakuan Pemba­ta­san Ke­giatam Masyarakat (PPKM) Darurat yang telah ditetap­kan pemerintah un­tuk dae­rah di Pulau Jawa dan Bali.

Deny Kusdyana juga menyarankan agar ma­sya­rakat yang bepergian juga tidak melakukan pe­me­nuhan persyaratan per­jalanan, saat akan me­nyeberang di Pelabuhan Bakauheni Lampung. “Ka­rena akan terjadi penum­pukan dan ketidakpastian ketersediaan. Terutama vaksin,” ungkapnya. “Ke­cuali angkutan barang, kendaraan pribadi dan ang­ku­tan umum yang be­lum vaksin dan rapid antigen di Bakauheni, akan diputarbalikan dengan te­gas oleh aparat TNI/Polri. Sedapat mungkin awak ken­daraan barang juga melakukan rapid antigen sebelum sampai di Bakau­heni. Hal ini berdasarkan evaluasi hari ini. Karena terjadi penumpukan di Ba­kauheni,” imbaunya.

SE Dirjen Hubdat No­mor 43 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Per­jalanan Orang Dalam Ne­geri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid 19.

SE tersebut mengatur petunjuk pelaksanaan per­ja­lanan orang dengan tran­sportasi darat. Antara lain menggunakan, kendaraan bermotor umum (ALBN, AKAP, AKDP, pariwisata dan angkutan barang). Ju­ga kendaraan bermotor perseorangan (kendaraan pribadi dan sepeda motor dan angkutan sungai, da­nau dan penyeberangan).

Setiap individu yang melakukan perjalanan orang menggunakan trans­portasi darat, juga wajib mematuhi ketentuan pe­ngetatan protokol kese­hatan sebagaimana diatur dalam SE Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor14 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perj­a­lanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid 19.

Antara lain, peng­gu­naan masker dengan be­nar, menutupi hidung dan mulut. Jenis masker yang digunakan pelaku per­jala­nan adalah masker kain minimal tiga lapis atau masker medis. SE juga menegaskan, tidak diper­kenankan berbicara satu arah, maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepan­jang perjalanan.

Selain itu, untuk perja­lanan menggunakan ken­daraan bermotor umum, tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepan­jang perjalanan yang ku­rang dari dua jam. Terke­cuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat untuk pengobatan yang jika tidak dilakukan, dapat membahayakan kesela­matan dan kesehatan.

Kemudian, pelaku per­jalanan jarak jauh dari dan ke Pulau Jawa serta Pulau Bali yang menggunakan moda transportasi darat, wajib menunjukkan kartu vaksin pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen. Ketentuannya, perjalanan jarak jauh de­ngan jarak minimal perja­lanan 250 kilometer atau minimal waktu perjalanan empat jam.

Ketentuan lainnya, pe­laku perjalanan dengan transportasi menggunakan kendaraan bermotor per­seorangan, sepeda motor, dan kendaraan bermotor umum, wajib menunjukkan kartu vaksin pertama dan surat keterangan hasil ne­gatif tes RT-PCR, yang sampelnya diambil mak­simal 2 x 24 jam, sebelum keberangkatan. Atau rapid test antigen yang sam­pelnya diambil maksimal 1 x 24 jam sebelum kebe­rangkatan, sebagai per­syaratan perjalanan.

Berikutnya, khusus pe­ngemudi dan pembantu pengemudi kendaraan lo­gistik, tidak diwajibkan me­nunjukkan kartu vaksin pertama dan wajib menun­jukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 2 x 24 jam se­belum keberangkatan. A­tau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya di­ambil maksimal 1 x 24 jam sebelum keberang­katan.

Namun bagi penge­mu­di dan pembantu penge­mudi yang belum melak­sanakan vaksinasi, diarah­kan untuk melakukan vak­sinasi oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 apa­bila tersedia di lokasi sim­pul transportasi darat. Ada pun kapasitas penumpang yang diperkenankan baik kendaraan bermotor u­mum, perseorangan dan Kapal SDP adalah 50% dari jumlah kapasitas.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional