Menu

Pergelaran Basurah Adat Kematian, Wujud Implementasi ABS SBK

  Dibaca : 280 kali
Pergelaran Basurah Adat Kematian, Wujud Implementasi ABS SBK
SAMBUTAN— Ketua MPA KAN Irwan Basir Dt Rajo Alam beri kata sambutan pembukaan lomba basurah adat kematian di bawah payuang.

KURANJI, METRO

Pergelaran basurah adat kematian sebagai perwujudan implementasi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) di Nagari Pauh IX Kecamatan Kuranji menjadi nagari percontohan adat salingka nagari di Sumbar. Selain itu, tak terlepas dalam upaya melestarikan nilai- nilai adat, yakni lapuk lapuk dikajangi, usang usang diperbaharui.

Kegiatan yang dilaksanakan KAN Pauh IX Kuranji ini dihadiri 10 kelompok dan 9 tepian yang ada di kenagarian Pauh IX. Dihadiri juga dihadiri Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Arfian, Ninik Mamak, Bundo Kanduang, Ketua BMPN Pauh IX, M Fikar Datuk Rajo Magek, dan tokoh adat Pauh IX Kuranji, Kota Padang, Gelanggang Medan Nan Bapaneh, Kamis (20/2).

Ketua Majelis Permusyawaratan Adat (MPA) KAN Pauh IX, Irwan Basir Dt. Rajo Alam mengatakan, dengan dihelatnya pergelaran basurah adat kematian ke-1 merupakan salah satu bentuk perwujudan dan implementasi dalam melestarikan adat salingka nagari di Pauh IX Kuranji.

Ia menjelaskan, pergelaran Basurah Adat Kematian di bawah payung ini penting, artinya untuk melestarikan adat istiadat kematian yang ada di Pauh IX. Acara ini merupakan upaya pelestarian adat kematian yang ada di Pauh IX, sehingga tidak hilang ditelan zaman.

“Apalagi saat ini generasi milenial sudah tidak memahami lagi acara adat di Minangkabau. Bahkan, cenderung melihat nilai nilai adat ini menghambat gerak gerik mereka,” ujarnya.

Selama ini, Pauh IX dikenal sebagai daerah yang masih kuat dan kental dalam penerapan nilai–nilai adat istiadat. Tak hanya nilai-nilai adat pada pasca melahirkan yang dikenal dengan acara mancaliak anak atau pernikahan dengan adat babakonya.

“Tetapi daerah Nagari Pauh IX di kawasan Papiko ini punya keunikan tersendiri dari segi adat kematian,” ujarnya Irwan yang diamini M Fikar Dt Rajo Magek.

Selain itu, Irwan juga menyampaikan, selain sebagai warisan budaya dari para leluhur terdahulu, basaruh adat ini juga sebagai memupuk rasa persaudaraan dan memupuk tali silaturahmi. Sehingga dengan adanya basaruh adat ini mereka merasa ada yang memperhatikan, artinya raso dibao naik, pareso dibao turun.

Acara basurah adat kematian sangat perlu disosialisasikan secara luas untuk kepentingan bersama, sehingga nagari dalam perkotaan bisa diisi oleh sendi-sendi adat. Dengan begitu nantinya berperan dan disinergikan dalam menopang program pemerintahan berupa penguatan lokal yang bisa menyelesaikan setiap persoalan di nagari sebagai peran dari ninik mamak.

“Nantinya mempermudah program pemerintah yang sangat krusial, ketika dihadapkan dengan masyarakat, suku, kaum atau anak kemenakan,” ujarnya.

Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Padang Alfian mengapresiasi, kegiatan yang dihelat KAN Pauh IX Kuranji dalam melestarikan nilai nilai adat. Sehingga, memotivasi generasi muda kembali nilai nilai budaya dan adat.

“Karena budaya dan adat itu merupakan jati diri kita sebagai anak nagarinya di Ranah Minang ini,” ujar Arfian. (boy)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional