Menu

Perebutan Kursi Wawako Padang, Gerindra PKS Satu Suara?

  Dibaca : 56 kali
Perebutan Kursi Wawako Padang, Gerindra PKS Satu Suara?
Perebutan kursi Wakil Wali Kota Padang yang sudah cukup lama kosong bakal semakin panas. Peta politik mulai dikembangkan. Begitu juga gesekan lobi lintas partai di gedung parlemen sawahan pun nampaknya mulai terasa.

PADANG, METRO–Perebutan kursi Wakil Wali Kota Padang yang sudah cukup lama kosong bakal semakin panas. Peta politik mulai dikembangkan. Begitu juga gesekan lobi lintas partai di gedung parlemen sawahan pun nampaknya mulai terasa.

Partai Keadilan Sejah­tera (PKS) sebagai salah satu partai pengusung yang merasa berhak menempati posisi tersebut dan sudah menyodorkan sejumlah na­ma, nampaknya  tak mau diam begitu saja. Selasa (8/6), PKS mulai melakukan pertemuan dengan sejum­lah anggota dewan dari Fraksi Gerindra.

Kabarnya, pertemuan yang dilakukan disalah-satu restoran di Kota Pa­dang itu membahas ten­tang per­soalan kursi ja­batan Wakil Wali Kota Pa­dang yang sampai saat ini ­masih ko­song dan mulai berdebu.

PKS tampaknya ingin mambangun kekuatan be­sar bersama dengan Partai Gerindra sebagai partai pemenang pemilihan le­gislatif. Seperti diketahui, PKS dan Gerindra meru­pakan dua partai pemilik suara terbesar di DPRD Padang. Dari 45 kursi di DPRD Padang, Gerindra merupakan pemilik kursi terbanyak dengan 11 kursi, dan PKS 9 kursi.

Bila koalesi kekuatan besar ini bergabung, maka sudah ada 20 kursi di DPRD Padang. Sementara untuk mendapatkan kursi Wakil Walikota, PKS hanya butuh tiga kursi lagi.

Sehingga, tidak tertu­tup kemungkinan koalesi ini akan membawa PKS bisa meraih kemenangan pada saat pemilihan Wakil Wali Kota di gedung bundar Sawahan nomor 50 nanti.

Ketua DPC Gerindra Kota Padang Syafrial Kani, membenarkan pertemuan itu. Dikatakan, pihaknya secara resmi diundang DPTD PKS Padang untuk bersilaturahmi.

“Dengan adanya un­dangan itu, kami pun me­respon dengan baik dan bersilaturahmi dengan PKS,” katanya.

Dalam pertemuan itu, hadir petinggi kedua partai, Ketua, Sekretaris dan Ben­dahara DPC Gerindra serta sejumlah anggota fraksi Gerindra di DPRD Padang. Demikian pula dengan Ke­tua, Sekretaris dan Benda­hara DPTD PKS dan sejum­lah anggota Fraksi PKS.

Dia menjelaskan dalam pertemuan itu kedua pihak membicarakan isu-isu stra­tegis di Kota Padang hari ini dan kedepan.

“Kita ingin menya­ma­kan persepsi, bagaimana Kota Padang ini lebih baik kedepan. Banyak hal yang kami bicarakan,” kata Ke­tua DPRD Padang itu.

Saat disinggung apakah pertemuan itu membahas pemilihan Wakil Walikota, Syafrial Kani menjawab di­plomatis. “Ini baru perte­muan tahap awal,” katanya.

Pun demikian terkait koalisi jangka panjang me­nyongsong Pilkada 2024. “Kemungkinan itu bisa saja terjadi. Sepanjang itu untuk kebaikan Kota Padang, kenapa tidak kita respon,” katanya.

Senada dengan itu, Ke­tua DPTD PKS Kota Padang Muharlion pun tak me­nampik jika pertemuan itu membahas persoalan ke­kosongan kursi jabatan Wakil Wali Kota Padang. “Banyak hal yang kami bicarakan soal isu-isu stra­tegis. Yang pasti kita hanya ingin penyamaan persepsi bagaimana arah pem­ba­ngunan dan kebaikan Kota Padang kedepan,” ka­tanya.

Terkait koalisi jangka panjang menyongsong Pil­kada 2024 maupun pemi­lihan Wakil Walikota yang kosong, Ketua Fraksi PKS DPRD Padang itu pun me­nyatakan hal itu salah satu yang akan dijajaki.

“Dari sekian pembica­raan, hal itu salah satu yang akan kita jajaki. Yang penting kita samakan per­sepsi ter­lebih dahulu. Se­moga ker­jasama ini bisa berlanjut kedepan,” pung­kasnya.

Diketahui, untuk pe­ngisian jabatan Wakil Wali­kota Padang sisa masa jabatan 2019-2024, PAN dan PKS sama-sama telah me­ngapung calon yang akan mereka usung.  PKS me­ngajukan Muharlion dan Mulyadi Muslim.  Semen­tara PAN mengajukan Am­ril Amin dan Ekos Albar. (hsb)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional