Menu

Perdana, UNP Gelar Pelepasan Guru Besar Purna Bakti

  Dibaca : 304 kali
Perdana, UNP Gelar Pelepasan Guru Besar Purna Bakti
SERAHKAN PENGHARGAAN-Rektor UNP Prof Ganefri bersama Guru Besar yang memasuki masa pensiun (purna bakti) usai menyerahkan penghargaan.

PADANG, METRO
Untuk pertama kalinya, Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar pelepasan Guru Besar (GB) yang memasuki masa purna bakti (pensiun). Acara tersebut, digelar selama dua hari, Senin (28/12) dan Selasa (29/12) di Ballroom UNP Hotel.

Pada acara pelepasan itu, para Guru Besar yang purnabakti tersebut juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pidato kehormatan. Meski memasuki masa pensiun, para guru besar tersebut tetap diberdayakan untuk lebih memajukan institusi.

Sementara, pada kesempatan itu, Rektor UNP Prof Ganefri mengatakan, guru besar adalah gelar tertinggi dalam sebuah institusi perguruan tinggi, mereka tidak hanya mengabdi untuk dunia pendidikan, namun juga harus berkontribusi terhadap masyarakat dan pembangunan daerah. Para guru besar , akan tetap menjadi bagian dari UNP, dengan tugas dan fungsi masing-masing.

“Semua dosen diberikan kesempatan untuk mendapatkan jabatan prestisius ini, UNP akan selalu menfasilitasi. Untuk itu, dosen harus meningkatkan dedikasi bagi dunia pendidikan,” katanya.

Terkait tujuan acara ini, kata Ganefri, untuk menghargai dan menghormati pengabdian dan dedikasi guru besar selama berdinas di UNP. Tidak hanya itu, diharapkan dapat memberikan motivasi bagi akademisi penerus estafet untuk mencapai jenjang fungsional guru besar dengan gelar Profesor.

“Acara digelar secara luring serta daring, masyarakat juga dapat menyaksikan melalui kanal youtube UNP. Tentunya, dalam pelaksanaan kegiatan luring, kita menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Seluruhnya wajib memakai masker dan faceshield,” ungkap Ganefri.

Dijabarkan delapan orang guru besar yang dilepas, di antaranya Prof. Z. Mawardi Effendi, M.Pd (Mantan Rektor UNP 2003-2008 dan 2008-2011), Prof. Dr. Bustari Muchtar, M.S (Fakultas Ekonomi), Prof. Dr. Mukhaiyar, M.Pd dan Seni, Prof. Dr Harris Efendi Thahar, M.Pd (Fakultas Bahasa dan Seni), Prof. Dr. Mudjiran, M.S. Kons (Fakultas Ilmu Pendidikan), Prof. Ali Amran, M.Pd, M.A, Ph.D dan Prof. Dr. Elizar, M.Pd (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) dan Prof. Dr. Sayuti Syahara, M.S (Fakultas Ilmu Keolahragaan).

Ganefri menegaskan, tidak semua dosen bisa menjadi guru besar, selain harus berdedikasi terhadap dunia pendidikan ,namun juga. Harus memiliki karya ilmiah yang telah tersebar pada jurnal-jurnal internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pengajuan kenaikan jabatan dosen tidak terpenuhi karena hal-hal teknis.

Sebagai salah satu universitas negeri UNP terus memberikan fasilitas dosen agar cepat mendapatkan gelar guru besar. Di antaranya , menambah biaya penelitian untuk jurnal yang bisa dipublikasikan. “Untuk tahun ini, ada 20 orang diajukan mendapatkan gelar akademik tertinggi itu dan telah melewati serangkaian proses,” katanya,

Ganefri menuturkan, para Guru Besar purnabakti, masih tetap diberikan ruang untuk memberi dedikasi terhadap dunia pendidikan. Selama ini, UNP hanya melantik guru besar, namun sekarang akan diadakan pelepasan guru besar.

“Pelepasan purna bakti merupakan penghargaan untuk dedikasi yang telah diberikan dan akan dilaksanakan setiap tahun,” katanya.

Dalam evaluasi terakhir tahun 2019, jabarnya, UNP memiliki 1,241 dosen, jabatan fungsional tenaga pendidik 314 orang, 164 orang asisten ahli,423 orang lektor, 276 lektor kepala dan 64 orang lainya adalah guru besar. Para guru besar UNP yang telah memasuki masa purna bakti akan diberikan tunjangan fungsional jabatan.

Sementara itu Ketua Senat UNP Prof. Dr. Sofyarma Marsidin, MPd Pidato Purna Bakti perlu dilaksanakan karena telah memberikan kontribusi terhadap kemajuan UNP, para guru besar akan terus dimintai ide-ide yang bersifat inovatif terhadap masyarakat . guru besar hanya pensiun dalam konteks ASN, namun gelar guru besar akan tetap disandang selamanya.

“Pada kepemimpinan Genefri banyak terobosan yang dilakukan salah satunya memberikan gelar HC kepada mantan Presiden Indonesia, beserta Perdana Menteri Malaysia. Termasuk hari ini ( kemarin) melakukan pelepasan purna bakti guru besar yang merupakan sejarah bagi UNP secara institusi,” pungkasnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional