Close

Perda Bakal Disiapkan, Bagi yang Mau Nikah di Sumbar Wajib Menanam Pohon

KETERANGAN PERS— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah didampingi Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Yozarwardi dan Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK, Dr. Ruandha Agung Sugardiman, M.Sc memberikan keterangan pers, Rabu (27/7).

sudirman, METRO–Pemerintah Provinsi Su­ma­tera Barat (Pemprov Sumbar) ba­kal mewajibkan pasangan pe­ngan­tin yang akan menikah untuk menanam pohon. Minimal lima pohon yang ditanam.

Syarat wajib tersebut akan dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Su­matera Barat (Sumbar). Dengan begitu ketika mengurus akta nikah, atau mendapatkan akta tersebut, setiap pa­sangan sudah harus mela­kukan tanam pohon di ling­kungan mereka.

“Tentunya hal ini ber­ker­jasama dan berkoor­dinasi dengan Kemente­rian Agama terlebih dulu,” ujar Gubernur Sumbar Mah­­yeldi Ansharullah, da­lam kegiatan Sosialisasi Sub Nasional Indonesia Folu NET SINK 2030, Rabu (27/7) di Auditorium Guber­nuran.

Menurut Mahyeldi, lang­­­kah itu merupakan sa­lah satu cara untuk men­cegah dan mengurangi emisi gas rumah kaca yang semakin mengkha­wa­tir­kan.

Selain itu, program itu juga bertujuan melindungi hutan dan melestarikan hutan yang di tengah ma­syarakat.

“Bayangkan, jika satu bu­lan ada ratusan yang meni­kah, satu pasangan wajib tanam lima pohon. Berapa pohon yang sudah tertanam. Dampaknya ten­­tu juga jangka panjang,” ujar Mahyeldi.

Untuk pohon nantinya disediakan oleh Pemprov Sumbar melalui Dinas Ke­hutanan. Jadi dalam hal ini tidak ada yang merasa diberatkan.

“Bahkan setelah me­reka menikah, kita akan beri koloni lebah kelulut yang bisa mereka kem­bang­kan dan bernilai ekonomi bagi pasangan itu setelah me­nikah,” tutur Mahyeldi.

Untuk itu, Mahyeldi ber­komitmen perda tersebut bisa digagas secepat mu­ng­kin sehingga program bisa cepat jalan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Yozarwardi Usama Putra me­ngatakan, pihaknya siap­ mendukung penuh, wacana tersebut.

Bahkan Dinas Ke­huta­nan nanti yang akan me­nye­diakan bibitnya.

“Nanti bibit untuk pa­sangan pengantin itu dari kita Dinas Kehutanan. Me­reka nantinya bisa mena­nam di lingkungan mereka atau lahan mereka sen­diri,”pungkasnya. (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top