Menu

Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Disahkan

  Dibaca : 114 kali
Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Disahkan
PARIPURNA— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Barat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengesahkan Perda Adaptasi Kebiasaan Baru, melalui rapat paripurna di ruang sidang utama DPRD Sumbar,Jumat (11/9).

PADANG, METRO
Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sumatra Barat, melalui rapat paripurna mensahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Jumat (11/9). Dengan disahkannya Perda tersebut maka sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan berlaku.

Perda Adaptasi Kebiasaan Baru akan menjadi payung hukum dalam melakukan penindakan terhadap pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.

Ketua Bapemperda, Hidayat mengatakan, dalam Perda tersebut, ada aturan yang mewajibkan para pelaku usaha menjalankan protokol kesehatan di tempat usahanya. Dalam menjalankan aktivitas usaha, penanggungjawab bisa dipidanakan jika melanggar protokol kesehatan.

“Sanksi pidana diberlakukan, apabila sanksi administratif yang telah dijatuhkan tidak dipatuhi atau melakukan pelanggaran yang sama lebih dari satu kali,” jelasnya.

Lebih diuraikannya, ada pun bentuk sanksi yang akan diberlakukan, setiap orang yang tidak mengenakan masker akan dipidana kurungan dua hari atau denda Rp250.000.

Kemudian, setiap penanggungjawab usaha yang melanggar protokol kesehatan dalam pelaksanaan aktivitas usaha dipidana kurungan paling lama 1 bulan, atau denda paling banyak Rp15 juta.

“Perda ini terdiri atas 10 BAB dan 117 Pasal. Penegakan akan dilakukan Satpol PP dan pihak kepolisian, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” jelas Hidayat.

Rapat paripurna pengesahan perda tersebut dilaksanakan secara virtual, dipimpin Ketua DPRD Sumbar Supardi dan dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Ketua DPRD Sumbar, Supardi juga menjelaskan, Ranperda Adaptasi Kebiasaan Baru yang baru disahkan itu, sudah sesuai dengan Peranturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor: 440-830 tahun 2020 tentang Tatanan Hidup Baru Produktif dan Aman dari COVID-19.

“Sebenarnya cukup sederhana, seperti aturan wajib memakai masker saat keluar rumah, rajin cuci tangan dan jaga jarak,” kata Supardi.

“Dengan pemberlakukan sanksi secara bertingkat mulai dari sanksi teguran, sanksi administrasi, hingga sanksi pidana berupa kurungan, diharapkan bisa menimbulkan efek jera bagi yang melanggar,” tegasnya.

Supardi juga mengingatkan bahwa kasus positif Corona di Sumbar masih terus meningkat. Hal ini tidak terlepas dari kelalaian sebagian warga dalam menjalankan protokol kesehatan covid-19. Karena itu, tujuan Perda jelas untuk melindungi masyarakat. Baik dari ke khawatiran dampak terhadap kesehatan, dampak ekonomi, dan upaya pencegahan. (hsb)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional