Menu

Percepatan Revitalisasi Danau Maninjau, Alihkan Mata Pencaharian Petani KJA

  Dibaca : 426 kali
Percepatan Revitalisasi Danau Maninjau, Alihkan Mata Pencaharian Petani KJA
ALIHKAN—Menko Marves meminta pengalihan mata pencaharian masyarakat Salingka Danau Maninjau untuk segerak dilakukan revitalisasi Danau Maninjau.

AGAM, METRO–Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Mar­ves), Luhut Binsar Pand­jaitan minta upaya penga­lihan mata pencaharian masyarakat sekitar Danau Maninjau, Kabupaten A­gam dari usaha Keramba Jaring Apung (KJA) segera dilakukan. ”Hal ini dila­kukan agar percepatan revitalisasi danau bisa segera dimulai. Penga­lihan mata pencaharian dilakukan terlebih dulu, kemudian baru pengu­rangan KJA,” ujar Luhut BP saat Rakor virtual ber­sama beberapa kemen­terian, Gubernur Sumbar dan Bupati Agam, Rabu (16/6).

Dikatakan, berda­sar­kan penelitian LIPI pada 2017, 90 persen penyebab pencemaran Danau Ma­ninjau adalah akibat sedi­men sisa pakan ikan KJA. Maksimal di Maninjau ha­nya bisa menampung 6.­000 unit, tapi jumlahnya sekarang sudah jauh me­lampaui.

”Karena itu harus se­gera dipindahkan dengan skema lain seperti peri­kanan darat. Untuk per­cepatan, maka harus ada tenggat waktu yang jelas pada setiap langkah yang diambil dalam upaya revi­talisasi. Kalau bisa akhir bulan ini sudah bisa di­mulai,” ujar Luhut.

Menko minta Kapolda, Danrem hingga Kepala Kejaksaan Tinggi membe­rikan dukungan penuh dalam upaya mengurangi jumlah KJA di Maninjau. Anggaran untuk peng­a­lihan mata pencarian ma­sya­rakat itu diperkirakan membutuhkan dana Rp 42 miliar.

Dana itu, katanya, di­be­bankan pada Pemprov Sumbar dan Kabupaten Agam. Sementara ang­garan untuk menye­lesai­kan persoalan sedimen yang telah menumpuk di dasar danau, diperkirakan sebesar Rp 237 miliar dari Kementerian PUPR.

Upaya revitalisasi itu dilakukan lintas kemen­terian, diantaranya Ke­menterian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Desa hingga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sudah melak­sa­nakan program duku­ng­an.

Sementara itu, Men­teri KKP Sakti Wahyu Treng­gono menyebutkan, untuk merevitalisasi Danau Ma­ninjau seharusnya seluruh KJA dibersihkan dan dipin­dahkan dengan skema perikanan darat. Dengan demikian, prosesnya akan lebih cepat.

Terkait rencana itu, Gubernur Sumbar Mah­yeldi mengatakan, pihak­nya sudah merencanakan sejumlah alternatif yang bisa diambil oleh petani KJA setelah meninggalkan usaha lamanya. Di anta­ranya bidang perikanan yaitu, pengalihan keramba ke perikanan tangkap dan kolam darat, bidang eko­nomi kreatif dan pari­wisata, bidang pertanian, UKM dan peternakan.

Namun, untuk kebu­tuhan anggaran yang men­capai Rp42 miliar, ia ber­harap akan ada bantuan dari pemerintah pusat, karena kondisi keuangan daerah masih terdampak pandemi Covid-19. Ia men­jelaskan, masyarakat se­kitar danau yang benar -benar menjadi pekerja dan akan dialihkan mata pencariannya ke bidang lain berjumlah 587 orang, dengan jumlah bantuan sekitar Rp30 juta per orang. “Kami berharap ada bantuan dari pusat untuk bisa segera mereali­sasi­kan rencana ini,” harap Mahyeldi.

Bupati Agam, Dr Andri Warman menyatakan, siap untuk menjalankan arahan Menko Marves, karena ini peluang yang diberikan pemerintah pu­sat untuk Agam dalam mengatasi ketercemaran Danau Maninjau. “Menko Marves mengarahkan kita untuk membersihkan dan merapikan danau, de­ngan tidak merugikan masyara­kat. Hal ini tentu dilakukan pengalihan mata penca­harian terlebih dahulu. Ada sekitar 587 warga Tan­jung Raya yang beru­saha di danau dan ini yang akan kita bantu,” ujar Andri.

Menurutnya, apabila Danau Maninjau sudah bersih yang akan menik­matinya nanti tentu ma­syarakat sekitar, karena bisa menjadi sumber mata pencaharian bagi mereka selain usaha KJA. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional