Menu

Percepatan Digitalisasi Bank Sentral untuk Perekonomian Nasional

  Dibaca : 97 kali
Percepatan Digitalisasi Bank Sentral untuk Perekonomian Nasional
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono.

JAKARTA, METRO–Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono mengungkapkan pihaknya sudah melakukan lima inisiatif untuk merespons perkembangan digitalisasi bank sentral. Hal ini dilakukan untuk mem­percepat transformasi BI.

Erwin menyatakan, inisiatif pertama yang su­dah dilakukan adalah lewat sistem pembayaran de­ngan melakukan standarisasi Application Programming Interface (A­PI).

Proses ini akan mempercepat kolaborasi antara bank dengan bank dan bank dengan non-bank. Kedua, BI terus mempercepat digitalisasi pemba­yaran retail. Inisiatif satu ini dilakukan dengan me­ngaplikasikan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada se­tiap transaksi pedagang dan pembeli.

Transaksi melalui QRIS akan membuahkan manfaat lain disamping transaksi yang cepat, yaitu data. QRIS bukan hanya mempermudah transaksi tetapi juga mendapatkan data.

“Data tersebut bisa men­jadi input analisis ke­uangan,” ujar Erwin dalam diskusi bertema ‘Mewujudkan Bank Sentral Digital Untuk Perekonomian Nasional’ Rabu, (25/8).

Pada inisiatif ketiga, BI akan melakukan penguatan pada infrastruktur pa­sar. Saat ini, belum semua transaksi di Indonesia memanfaatkan pembayaran digital karena infrastruktur yang belum memadai.

Keempat, pemanfaatan data untuk kepentingan publik akan terus didorong. Dengan data yang optimal, dampak transformasi digital akan bisa dirasakan oleh banyak pihak.

 “Inisiatif kelima dan terakhir adalah reformasi atau penyederhanaan kebijakan. BI baru saja me­nge­luarkan revisi peraturan-peraturan sistem pembayaran pada tahun la­lu. Penyederhanaan ini akan semakin mempercepat pro­ses digitalisasi sistem keuangan kita,” ucap Er­win.Di sisi lain, pihaknya juga terus melakukan komunikasi dengan Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI), terkait dengan kebijakan arah transformasi digital. Sinergi antara BI dan BSBI akan menciptakan kemajuan dalam sis­tem pembayaran dan transaksi nasional serta digita­lisasi bank sentral.

Sementara itu, Direktur Center of Information and Development Studies (CIDES), Umar Juoro menyatakan Bank Sentral yang semakin digital tentu memerlukan peran analisis Badan Supervisi Bank Indonesia untuk diskusi me­rumuskan sebuah kebijakan.

Mantan Ketua BSBI ini menilai, peran Badan Supervisi masih sangat dibutuhkan di masa digital seper­ti sekarang ini. “BSBI itu sifatnya kan tidak ikut dalam kebijakan, tetapi lebih ke analisis. Dengan yang ada sekarang, lembaga seperti BSBI sangat diperlukan untuk partner Bank Indonesia,” tambah Umar.

Lebih lanjut dirinya me­ngungkapkan, lembaga BSBI bisa lebih kontributif mengenai digitalisasi bank sentral dan uang digital yang sedang di garap Bank Indonesia.

Menurut Umar, uang digital BI membutuhkan sebuah kerangka hukum yang memberikan kewe­nangan BI untuk menerbitkan uang digital. Seperti diketahui, uang digital BI  adalah rupiah digital yang denominasi nilainya bisa saja sama dengan uang kertas, atau dengan nilai tertentu yang sepenuhnya dapat dipertukarkan de­ngan uang kertas.

“Nantinya BI menjadi penerbit uang kertas (termasuk logam) atau MI (uang dalam sirkulasi), dan uang digital masuk dalam M2 dan M3,” terang Umar.

Selain itu, uang digital BI juga dapat dipergu­na­kan untuk bertransaksi sebagaimana uang kertas. Uang digital BI juga mendapatkan suku bunga dan dipergunakan dalam kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuang­an.“U­ang digital BI semestinya hanya dipergunakan di dalam jurisdiksi Indonesia saja, seperti juga uang kertas,” jelasnya.

Bank Sentral 4.0 merupakan salah satu strategi dalam mendorong inovasi dalam ekonomi dan keua­ngan digital dari Bank Indonesia, bertujuan mem­per­kuat daya saing dan kepentingan nasional serta mempersempit kesenja­ngan masyarakat. Apalagi saat ini belum ada regulasi terkait perlindungan data dan sistem keamanan data yang memadai. Hal ini berpotensi mengakibatkan data pengguna disalahgunakan oleh pihak ke­tiga.(jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional