Menu

Perbaiki Travo, Teknisi Tewas Kesetrum

  Dibaca : 229 kali
Perbaiki Travo, Teknisi Tewas Kesetrum
EVAKUASI— Warga bersama petugas berusaha mengevakuasi korban Aziswin Alfandi (36) yang tewas tergantung akibat kesetrum saat melakukan perbaikan travo.

DHARMASRAYA, METRO
Seorang teknisi listrik PT Haleyora Power yang merupakan anak cabang Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Sungai Rumbai, tewas akibat tersengat aliran lsitrik (kesetrum) saat melakukan perbaikan instalasi travo PLN 20 Kv, di wilayah Sitiung 2 Blok A Jorong Koto Hilalang 1, Nagari Sungai Langkok Kecamatan Tiumang, Kabupaten Dharmasraya, Minggu (28/3) sekira pukul 20.30 WIB.

Kejadian itu sempat membuat warga setempat geger. Pasalnya, korban yang diketahui bernama Aziswin Alfandi (36) meninggal dunia dengan kondisi tubuhnya masih tergantung di atas tiang listrik lantaran masih menggunakan tali pengaman. Hampir 10 menit tergantung, petugas dibantu warga kemudian menurunkan jasad korban dan kemudian dibawa ke rumah sakit.

Korban diketahui adalah warga Jorong Pasar Baru, Nagari Ampalu, Kecamatan Koto Salak, Dharmasraya. Dan PT Haleyora Power merupakan anak perusahaan dari PT PLN  yang bergerak di bidang Operation dan  Maintenance pada jaringan transmisi dan distribusi kelistrikan.

Kepala PLN Rayon Sungai Rumbai, Edri Wahyuni, menyebutkan korban bekerja di PT Haleyora Power, anak cabang dari PLN yang bergerak di bidang Operation dan  Maintenance pada jaringan transmisi dan distribusi kelistrikan. Korban bertugas di Rayon Sungai Rumbai.

“Korban bertugas kurang lebih sudah dua tahun. Mendapat kabar meninggalnya salah satu pekerja, saya langsung mendatangi rumah duka. Kami dari pihak PLN ikut berduka yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya korban.  Siang ini, Senin ( 29/3) sekira pukul 13.00 WIB, korban sudah dikebumikan oleh pihak keluarga,” terangnya.

Ditegaskan Edri Wahyuni,  terkait musibah yang terjadi, tentu pihaknya akan bertanggungjawab. ”Insya Allah kita akan memberikan santunan sesuai dengan standar PT PLN,” pungkasnya.

Terpisah Kapolres Dharmasraya AKBP, Aditya Galayudha Ferdiansyah, melalui Kapolsek Koto Baru, Iptu Rusmardi mengatakan, penyebab kejadian diduga korban tidak mengetahui bahwa kabel Saluran Kabel Udara Tegangan Rendah (SKUTR) yang menuju travo itu masih dialiri arus listrik sehingga pada saat korban sedang memperbaikinya, korban tersengat aliran listrik.

“Peristiwa naas itu terjadi  saat korban sedang memperbaiki salah satu travo yang mengalami korsleting. Sesampainya di lokasi, korban memanjat tiang listrik tempat travo tersebut dan melakukan pengecekan instalasi travo untuk diperbaiki. Tiba-tiba saja korban kesetrum dan tewas saat bekerja di tiang listrik tersebut,” kata Iptu Rusmardi.

Dijelaskan Iptu Rusmardi, pada malam itu memang salah satu travo 20 Kv yang berada di wilayah Sitiung 2 Blok A Jorong Koto Hilalang 1, Nagari Sungai Langkok, Kecamatan Tiumang, mengalami korsleting yang menyebabkan matinya arus listrik diwilayah tersebut dan membutuhkan perbaikan

“Mendapat laporan itu, korban bersama teman seprofesinya, Ari Bawono, mendatangi lokasi travo guna melakukan perbaikan. Usai kesetrum, korban sempat dilarikan ke Puskesmas Koto Baru untuk mendapat pertolongan medis, namun nyawa korban tak terselematkan.  Berdasarkan pemeriksaan dokter, dipastikan korban sudah meninggal dunia sebelum tiba di Puskesmas, “ jelasnya

Ditegaskan Iptu Ruswandi, hasil dari olah TKP dan keterangan saksi mata, korban tergantung di tali pengaman kurang lebih 10 menit. Korban diturunkan dari tiang listrik dibantu warga setempat dan selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Koto Baru.

“Untuk proses lebih lanjut, kami juga telah memanggil dan meminta keterangan saksi  yakni, Ari Bawono (43) teman korban sesama karyawan PT Haleyora Power, dan warga ditempat kejadian, Harno (48),dan Rina (20), “ pungkasnya. (gus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional