Menu

Perayaan HUT Pasaman ke-74 Hambar, Kurang Berkesan dan Terkesan untuk Pejabat

  Dibaca : 58 kali
Perayaan HUT Pasaman ke-74 Hambar, Kurang Berkesan dan Terkesan untuk Pejabat
PARIPURNA— Bupati Pasaman Yusuf Lubis memberikan sambutan saat rapat paripurna DPRD memperingati HUT Pasaman ke 74 tahun. (amir/posmetro )

PASAMAN, METRO – Tidak ada kemeriahan.Tak terlihat pula keistimewaan pada saat perayaan Hari Jadi ke 74 Kabupaten Pasaman tahun ini. Kurangnya sosilisasi dari pemerintah membuat masyarakat banyak yang tidak tahu adanya peryaan Hari Jadi Pasaman. Akibatnya, tahun ini perayaan Haru Jadi Pasaman ke-74 terasa Hambar.

Tak terlihat lagi geliat kegairahan masyarakat disetiap tanggal 8 Oktober, seperti tahun tahun sebelumnya. Kali ini, perayaan HUT Pasaman terkesan hanya untuk para pejabat saja, bukan untuk seluruh masyarakat Pasaman.

Selama dalam peringatan HUT Pasaman tahun ini, semua terlihat datar dan biasa saja. Tak ada semangat dan tidak terasa istimewa. Mirisnya, banyak warga kecewa karena tidak tahu daerahnya sedang merayakan ulang tahun.

Syafrizal. (29) warga Panti mengaku merasakan hambarnya perayaan HUT Pasaman tahun ini. Ia menduga hal itu diakibatnya minim sosialisasi dari pemrintah setempat. Seharusnya, 315 ribu jiwa masyarakat Pasaman ikut mengambil kegembiraan. Tidak hanya sekedar diperingati melalui gelaran Paripurna Istimewa dan tiap tahunnya itu-itu saja.

“Perayaan Hari Jadi Kabupaten ini tidak dirasakan di 62 nagari di Pasaman. Seharusnya pemerintah daerah melibatkan masyarakat untuk memeriahkannya. Itu baru namanya menghargai hari kelahiran. Masyarakat lah yang memeriahkannya, bukannya saja para pejabat” ungkapnya.

Dijelaskan Syafrizal, minimnya sosialisasi ke masyarakat dan promosi di media cetak maupun elektronik menjadi penyebab lesunya perayaan HUT Kabupaten Pasaman di tahun ini.

“Ketidak tahuan sebagian warga dengan hari jadi kabupaten Pasaman tentu tidak bisa disalahkan,” jelasnya.

Menurutnya, Padahal tahun-tahun sebelumnya, pemberitahuan ke tengah-tengah masyarakat sangat terasa, tapi kali ini, tidak ada sama sekali. “Saya aja baru tau kalau Pemkab Pasaman merayakan hari ultah kemarin pada tanggal 8 Oktober 2019,” katanya.

Hal senada juga dilontarkan oleh seorang tokoh adat Pasaman, Amran Datuk Lelo Banso. Menurutnya, Perayaan HUT Kabupaten Pasaman ditingkat kabupaten tidak sampai menyentuh masyarakat pinggiran di nagari-nagari.

“Kalau begini cara pemerintah merayakan hari jadi Kabupaten Pasaman, apa yang kita banggakan. Masyarakat saja tidak tahu,” tambahnya.

Dia mengaku sangat kecewa dengan Pemerintah Pemkab Pasaman yang tidak melibatkan warga merayakan HUT Pasaman tahun ini.

“ Jangannya ikut merayakan, dengungnya saja tidak sampai ke masyarakat pinggiran Pasaman,” ujarnya.

Hari jadi Pasaman yang dirayakan setiap 8 Oktober ini, telah diperingati selama 74 tahun. Seharusnya Pemkab Pasaman memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana menghargai hari jadi Pemkab Pasaman ini. Sehingga masyarakat tidak pernah lupa bahwa HUT Kabupaten Pasaman itu selalu dirayakan setiap tahunnya.

Hal senada juga diucapkan Afsah (30), warga lainnya. Ia juga mengakui tidak mengetahui bahwa Hari Jadi Pasaman baru saja diperingati pada 8 Oktober 2019 kemarin.

“Mungkin pemkab kurang mensosialisasikan, jadi banyak warga yang tidak tahu,” ungkapnya.

Ia pun berharap, kedepan Pemerintah Kabupaten Pasaman disetip mementum penting itu, hendaknya dijadikan evaluasi, sehingga masyarakat merasa menjadi bagian dari perayaan HUT Pasaman. (cr6)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional