Menu

Perawan ABG Direnggut di Belakang Surau

  Dibaca : 2513 kali
Perawan ABG Direnggut di Belakang Surau
Komisioner KPU Kabupaten Solok foto bersama dengan kandidat calon kepala daerah dengan masing-masing nomor urut pada Pilkada Serentak, 9 Desember mendatang.

1-2 UTAMA-SAMBUNGAN (FC).pmd
DHARMASRAYA, METRO–Wt (41) tak pernah membayangkan, Bunga (15)— nama samaran, anak gadisnya akan mengalami nasib tragis. Gadis jolong gadang yang jadi primadona di kampungnya, kawasan Sungaidareh, Dharmasraya, benar-benar nestapa. Dia dipaksa melayani nafsu bejat dua kawannya. Surau tua yang ada di kampungnya, jadi saksi bisu hilangnya kegadisan.

Ironisnya pula, dua orang yang menyetubuhi Bunga pada 21 Agustus lalu, masih kalene. Umur keduanya, As dan Ok baru 15 tahun. Mungkin karena sering menonton film porno, keduanya jadi berpikiran liar dan memilih Bunga sebagai pelampiasan. Keduanya mengerjai Bunga secara bergantian.

Setelah disetubuhi, Bunga disuruh pulang begitu saja. Sebelum pulang, keduanya mewanti-wanti, agar Bunga tak menyebut apa yang sudah dilakukan kepada orang lain. Namun, lambat laun, ibaratnya menyimpan sesuatu yang busuk, pasti ketahuan. Cerita soal persetubuhan tiga anak bawah umur itu merebak di tengah masyarakat.

”Cerita ini akhirnya sampai ke telinga orang tua Bunga,” terang Kasatreskrim Polres Dharmasraya AKP Lazuardi, Rabu (9/9).

Merasa tak enak hati, Wt akhirnya menginterogasi Bunga. Awalnya Bunga tidak mengaku. Dia menyebut, yang dibicarakan orang hanya isu. Namun setelah didesak, Bunga akhirnya mengaku jika dirinya sudah digilir oleh dua temannya. Mendengar pengakuan anaknya, telinga Wt panas. Tak menunggu lama, dia melapor ke Polres Dharmasraya. Dia ingin, kedua pelaku dihukum berat.

Tentu saja, usai laporan, Bunga diperiksa sebagai korban. Kepada polisi, Bunga bercerita blak-blakan. Disebutkan, semuanya berawal saat Bunga menjalin cinta dengan salah satu pelaku, yakninya As. Keduanya benar-benar dimabuk asmara, dan seringkali bertemu secara berdua. Layaknya pacaran anak muda zaman sekarang, pegangan tangan atau cium pipi sudah menjadi hal yang biasa.

Lama kelamaan, gaya pacaran keduanya mulai tak sehat. Keduanya mulai larut dalam percintaan mereka. Bahkan, pada 21 Agustus, As mengajak Bunga untuk bertemu di belakang surau, tempat mereka bisa memadu kasih. Tanpa perasaan curiga, Bunga datang. Dia malah senang, sebab akan bertemu dengan pujaan hatinya.

Awalnya, mereka hanya bicara biasa. Tapi, mungkin karena dibisiki setan, keduanya melakukan hal-hal yang menjurus perbuatan seksual. Bunga, dikabarkan sempat menolak, namun tak kuasa mengelak desakan As, pacarnya. Nafsu sudah di ubun-ubun, akhirnya As nekat melakukan hubungan suami istri. Bunga dipaksa.

Rupanya, perbuatan itu dilihat oleh Ok yang berteman dengan As. Bukannya menyuruh keduanya berhenti, Ok malah ikut pula mencicipi tubuh Bunga. Setelah dirinya mendapat izin dari As. ”Keduanya melakukan perbuatan tersebut secara bergiliran. Ok ikut serta karena mendapat izin dari As, yang merupakan pacar dari Bunga,” ungkap Lazuardi.

Perbuatan itu dikuatkan dengan hasil visum yang dikeluarkan tim medis. Dalam visum tercantum kalau kemaluan Bunga memang mengalami robek akibat benda tumpul. ”Keterangan korban dan hasil visum menguatkan kalau perbuatan itu benar terjadi,” ungkap Kasatreskrim.

Mendapat laporan dan merasa dapat cukup bukti, petugas langsung bergerak. Kedua pelaku diburu. Namun, lama dicari, pelaku tak dapat-dapat. Keduanya menghilang, mungkin karena tahu dicari polisi. Meski demikian, polisi tak patah arang. Pencarian terus dilakukan.

Pada Selasa, (8/9), anggota Satreskrim Polres Dharmasraya mendapat kabar kalau salah satu pelaku sedang berada di warung kawasan Sungaidareh. Dia sedang bermain domino. Tanpa menunggu lama, polisi memburu ke warung itu. Rupanya benar, saat itu dia bermain domino di salah satu warung di Sungaidareh.

”Pelaku tak melawan saat ditangkap. Sekarang dia sedang diperiksa intensif. Sementara, satu lagi masih dalam perburuan,” ucap Kasatreskrim.

Perbuatan tersebut mengantarkan pelaku ke balik jeruji besi dan diancam dengan Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 tahun 2002 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional