Close

Perangi Informasi dan Berita Hoaks dengan “Kopi Sakarek”

SOSIALISASI—Kepala Bagian Prokopim Dedi Tri Widono, saat sosialisasi kemarin.

TANAHDATAR, METRO–Jika mendengar kalimat “KOPI SAKAREK” tentu yang terbayang dibenak kita adalah sebuah minuman hangat de­ngan bau semerbak menggugah selera yang mayoritas disukai kaum Pria menemani kala bekerja ataupun dikala bersantai. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang di­prakarsai Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah juga sudah memiliki “KOPI SA­KAREK”. Namun berbeda de­ngan minuman, KOPI SA­KA­REK merupakan singkatan pro­gram sistem Komunikasi Pimpinan secara Dakek dan Arek

Dikatakan Kepala Bagian Prokopim Dedi Tri Widono, Kamis (21/7) saat sosialisasi di Emersia Hotel dan Resort Batusangkar, KOPI SAKAREK bertujuan untuk menjawab keraguan terhadap kepastian informasi yang beredar di masyarakat untuk menghindari berita bohong atau hoaks.

“Dalam momentum Se­tahun Kepemimpinan Pimpinan Daerah dilakukan penelitian oleh sebuah lembaga survei terhadap 800 orang dan memperoleh data bahwa 36,4% masyarakat Tanah Datar menjadikan pertemuan informal  seperti warung, lapau, pasar, dan masjid sebagai sumber berita, sedangkan 29,5% bersumber dari media sosial dan sisanya bersumber dari pertemuan resmi, TV, Radio dan lainnya,” katanya.

Berawal dari itulah, ungkap Dedi, ternyata masyarakat Tanah Datar yang masih menganggap pertemuan informal sebagai rujukan informasi. Karena itu dibutuhkan sebuah tim pengumpul, mengolah dan menyebarkan informasi.

“Penyampaian informasi oleh pimpinan yakni Bupati ataupun Wakil Bupati dilakukan dalam dua mekanisme, yakni pertama, mengundang masya­rakat bertemu di nagari atau kecamatan atau kedua, mendatangi masyarakat yang sedang berkumpul di lapau-lapau ataupun lokasi berkumpul lainnya,” sampainya.

Ke depan dengan KOPI SAKAREK, tambah Dedi, akan tersedia informasi yang benar sehingga meningkatkan kepercayaan dan partisipasi ma­syarakat dalam pembangu­nan, karena itu tentunya butuh komitmen dan dukungan tim yang telah di bentuk melalui SK Bupati. “Dengan program KO­PI SAKAREK terjalin hubungan yang dekat antara pemerintah daerah, terutama pimpinan dengan masyarakat. Karena terjadi komunikasi dua arah, sehingga masyarakat dapat memberikan masukan atau umpan balik kepada pemerintah,” katanya. (ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top