Menu

Peran Stakeholder Strategis Wujudkan Pemilu Damai

  Dibaca : 234 kali
Peran Stakeholder Strategis Wujudkan Pemilu Damai
SOSIALISASI— KPU Kota Bukittinggi melakukan sosialisasi kepada semua stake holder dalam mewujudkan Pemilu 2019 yang aman dan damai.

BUKITTINGGI, METRO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bukittinggi, menggelar sosialisasi kebijakan KPU kepada stakeholder di Grand Royal Denai, Jumat (15/2).Kegiatan yang dibuka Ketua KPU ini dihadiri Wakil Walikota dan unsur Forkopimda Kota Bukittinggi.

Ketua KPU Bukittinggi, Benny Aziz menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran stakeholder tentang pemilu 2019. Karena pada tahun 2019 ini Indonesia mencatat sejarah baru dengan pelaksanaan pemilu secara serentak.

“Pemilu akan dilaksanakan 17 April 2019. Tahapan pemilu sudah disosialisasikan. Menuju hari pemungutan suara, masyarakat berharap, peserta pemilu dapat menyajikan materi kampanye yang substansial dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara,” jelas Benny.

Benny Aziz menyampaikan, tahun 2019 ini, menjadi ujian bagi masyarakat sebagai bangsa dalam melaksanakan pemilu yang adil, jujur, bersih dan bertanggung jawab.

“Komitmen kita semua untuk menciptakan pemilu yang damai. Pemilu yang berdaulat, negara akan kuat,” tegas Benny.

Sementara itu, Wakil Walikota Bukittinggi, Irwandi, dalam arahannya mengatakan, pemilu merupakan pesta demokrasi terbesar di negara ini. Ada lima pemilihan yang akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 17 April 2019.

“Pesta demokrasi wujud dari konstitusi negara kita. Berbeda pilihan itu biasa, tapi kita tetap satu bangsa dan satu negara. Jangan sampai alasan politik menyebabkan perpecahan,” ujar Irwandi.

Wawako juga menyampaikan, peran LKAAM, KAN, tokoh masyarajat dan pengurus mesjid sangat strategis dalam menjaga proses pemilu yang aman dan damai. Sampai saat ini, masih ada beberapa oknum peserta pemilu, yang memanfaatkan sarana umum sebagai lokasi bersosialisasi.

“Itu yang harus kita awasi bersama. Jangan sampai sarana ibadah dijadikan lokasi berkampanye. Apalagi para guru agama dan khatib, yang menyampaikan tausiyah dengan nada provokasi. Kita paham dengan adanya kepentingan, namun ada aturan yang tidak boleh dilanggar. Jangan sampai sarana ibadah dimanfaatkan untuk kepentingan politik, menyebar fitnah yang dapat menimbulkan perpecahan,” himbau Wawako.

Pemerintah kota juga mengimbau kepada seluruh warga yang telah masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), untuk dapat memberikan pilihan dan hak suaranya pada tanggal 17 April 2019.

“Gunakan hak pilih semaksimal mungkin. Mari satukan tekad kita , agar pemilu di Bukittinggi dapat berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan. Bersama kita wujudkan pemilu di Bukittinggi yang aman dan damai serta terbaik di Indonesia,” jelas Irwandi.

Sosialisiasi ini diikuti oleh unsur forkopimda, pengurus LKAAM, pengurus KAN, pengurus masjid se kota Bukittinggi. Sosialisasi dilaksanakan selama satu hari, untuk menyatukan persepsi dalam meningkatkan partisipasi pemilih dan menciptakan pemilu yang bersih, aman dan damai. (cr8)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional