Close

Peran PKK Bantu Pemerintah Kurangi Pengangguran

HADIRI—Gubernur Sumbar Mahyeldi hadiri launching Gerakan Keluarga Indonesia untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi (Gelari Pelangi) tingkat Nasional dan pelatihan Peningkatan Mutu Produk dan Pemasaran Digital di Padang, Kamis (11/11).

PADANG, METRO–Peran Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penguatan ekonomi keluarga sangat membantu pemerintah dalam u­paya mengurangi pengangguran di daerah. “Pandemi mengakibatkan angka pengangguran terbuka di Sumbar naik dari 5,38 persen pada 2019 menjadi 6,88 persen pada 2020. Berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan angka tersebut salah satunya dengan bantuan dari Gerakan PKK,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi.

Ia mengatakan itu da­lam Launching Gerakan Keluarga Indonesia untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi (Gelari Pelangi) tingkat Nasional dan pe­latihan Peningkatan Mutu Pro­duk dan Pemasaran Digital di Padang, Kamis (11/11).

Ia mengatakan untuk mengatasi persoalan pe­ngangguran, perlu duku­ngan bersama dan kolaborasi semua pihak termasuk PKK. Untuk mengatasi pe­ngangguran itu salah satunya bisa dengan melatih skill atau kemampuan sesuai sesuai bakat untuk menumbuhkan usaha guna menambah pendapatan keluarga.

Namun saat ini untuk membangun sebuah usaha juga diperlukan kemampuan beradaptasi dengan segala perubahan di era digital yang sangat cepat. Karena itu dunia pendidikan juga perlu berbenah, me­nyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Demikian juga dengan angkatan kerja yang ada di daerah sehingga bisa mem­buka lapangan kerja sendiri demi penguatan ekonomi keluarga. “Di Sum­bar ada “tiga rumah” yang mengambil peran vital dalam segala aspek termasuk perekonomian yaitu Rumah Tangga, Rumah Ibadah dan Rumah Sekolah. Peran PKK sangat vital dalam penguatan Rumah Tangga diantaranya mendorong kualitas pendidikan anggota keluarga dan penguatan ekonomi,” sebut Mahyeldi.

Beberapa hal yang bisa diperkuat di tingkat rumah tangga diantaranya mendorong untuk gemar membaca guna meningkatkan pengetahuan serta pe­ngu­a­tan ekonomi keluarga dengan menguasai tek­nologi digital sehingga bisa membuka usaha dari rumah.

Di sisi pemerintahan, Pemprov Sumbar menurutnya telah melaksanakan sejumlah program untuk mendorong perekonomian di daerah termasuk UKM yang bisa dibuka di tingkat rumah tangga. “Kita pu­nya program 100 ribu enterpreneur. Kita juga instruksikan setiap OPD di Sumbar untuk membina lima UKM dan menggunakan pro­duk­nya sehingga usaha itu bisa tumbuh dan berkem­bang,” katanya. Ia berharap ke depan PKK juga bisa merumuskan program konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penguatan ekonomi keluarga tersebut.(fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top