Close

Perampok Sadis Siksa Satu Keluarga

Jendela dapur milik korban yang dicongkel pelaku sebagai tempat masuk ke rumah itu. iwan
Jendela dapur milik korban perampokan yang dicongkel pelaku sebagai tempat masuk ke rumah.

AGAM, METRO–Aksi sadis dilakukan segerombolan perampok terhadap keluarga H Nauman Abadi (84) dan Hj Masni (79), warga Jorong Koto Malintang, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam. Tak sekadar merampok, pelaku juga memukuli para korban hingga berdarah-darah dalam kejadian pada Selasa (27/10).

Aksi sadis ini pertama sekali diketahui oleh anak korban, Antoni Malin Marajo (46) yang memang setiap pagi datang ke rumah orangtuanya. Ketika di rumah, dia menemukan adiknya, Musli (43) sedang menangis. Sewaktu ditanya, disebutkan kalau kalung emas yang biasa dipakai diambil paksa oleh pelaku.

Terkejut, Antoni masuk rumah tersebut. Dalam rumah, ditemukannya sang ayah, H Nauman tertelungkup di kamar, dengan kondisi kepala penuh darah dalam kondisi tidak sadar dan Hj Masni juga dalam kondisi berdarah pada bagian mulut.
Melihat hal itu, Antoni langsung pergi ke Puskesmas Pakan Kamis dan segera membawa kedua korban ke Puskesmas untuk mendapat perawatan.

Setelah luka kedua korban dibersihkan, petugas medis segera merujuk korban ke Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi agar bisa mendapat perawatan yang serius. Setelah korban berada di rumah sakit, keluarga korban langsung memberitahu pada polsek Tilatang Kamang yang berjarak sekitar 50 meter dari Puskesmas Pakan Kamis.

Adanya laporan tersebut, jajaran Polsek dan Polres Bukittinggi termasuk unit Identifikasi langsung mendatangi lokasi melakukan olah TKP dan ditemukan ada bekas congkelan pada jendela dapur dan linggis yang diduga milik pelaku berada di dapur.

Selain itu, kuat dugaan kalau pelaku hanya menyikat perhiasan emas milik korban, sebab uang tunai milik korban sekitar Rp7 juta ditemukan di beberapa tempat di dalam kamar korban. Sesuai keterangan anak korban yang lain, kalau orangtuanya banyak menyimpan emas dan yang tinggal hanya dompet saja.

Pantauan POSMETRO di lokasi kejadian, terlihat jeruji kayu dapur sudah patah tiga buah yang diduga sebagai tempat masuk pelaku dan ada bekas congkelan pada jendela tersebut. Selain itu, di dalam rumah juga berceceran darah korban setelah dianiaya oleh pelaku. Kamar tempat korban tidur juga sudah berantakan ulah pelaku. Lokasi yang berada di pemukiman tersebut memjadi pusat perhatian warga yang buncah ke tempat itu.

Terlihat jelas kalau pelaku sudah kenal kondisi rumah korban, sebab sudah mengetahui lekuk-lekuk rumah itu, dimana pelaku masuk dengan cara merusak terali terbuat dari kayu di dapur. Setelah itu masuk ke kamar di tempat korban tidur. Selain itu kuat dugaan kalau pelaku juga sudah mengetahui pasti hanya tinggal tiga orang saja di rumah itu.

Kapolres Bukitinggi, AKBP Tri Wahyudi SIK MH yang berada di lokasi kejadian ketika diminta tanggapannya membenarkan, kalau kejadian diperkirakan sekitar pukul 05.00 WIB dan mengenai motif pelaku sendiri juga masih diselidiki. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai barang berharga korban yang hilang masih menuggu kepulihan koran dirawat.

”Kita masih selidiki mengenai kasus ini, kuat dugaan pelaku lebih dari satu orang dan mengenai kerugian sendiri kita juga menunggu keterangan langsung dari korban,” terang Kapolres. (wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top