Menu

Perahu Mati Mesin, Nelayan Terkatung-katung Semalaman

  Dibaca : 567 kali
Perahu Mati Mesin, Nelayan Terkatung-katung Semalaman
DITEMUKAN SELAMAT— Buyung (40) yang sempat dilaporkan hilang gara-gara mesin perahu mati, disambut tangis haru istri dan anaknya usai ditemukan dalam kondisi selamat oleh Tim SAR.

PASBAR,METRO
Seorang nelayan pencari kepiting yang sempat dilaporkan hilang di perairan wilayah Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), akhirnya ditemukan pada Senin pagi (17/5) sekitar pukul 09.45 WIB.

Nelayan yang diketahui bernama Buyung (40), sempat terkatung-katung di tengah laut semalaman dengan kondisi mesin perahu yang mati akibat dihantam gelombang tinggi. Korban dilaporkan hilang sejak Minggu sore (16/5).

Usai ditemukan oleh Tim SAR, Buyung kemudian dievakuasi ke tepi Pantai Sasak. Isak tangis istri dan anaknya pun pecah menyambut kedatangan Buyung yang dipapah oleh Tim SAR turun dari perahunya. Istri dan anaknya langsung memeluk Buyung yang sudah dengan kondisi selamat.

Koordinator Basarnas Pos Pasaman, Zulfahmi mengatakan, Buyung sempat dilaporkan hilang saat tengah mencari kepiting menggunakan sampan pada Minggu (16/5). Setelah ditunggu, ternyata korban tak kunjung pulang.

“Teman dan keluarga yang panik kemudian melapor. Mendapat laporan itu, maka Basarnas langsung melakukan pencarian di lokasi yang diinformasikan oleh masyarakat. Setelah melakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan,” kata Zulfahmi.

Dijelaskan Zulfahmi, korban ditemukan sekitar pukul 09.45 WIB setelah mengalami mati mesin dan dihantam badai semalam. Korban ditemukan pada koordinat 0° 4′ 17,3 LS 99 40 57,6 BT dengan jarak 5 mil arah 241° barat daya pantai Sasak.

“Tim yang melakukan pencarian itu adalah Basarnas, Koramil Simpang Empat, Polsek Pasaman, BPBD Pasaman Barat, PMI, Destana Sasak, pihak nagari, kecamatan, nelayan dan masyarakat,” jelasnya.

Dikatakan Zulfahmi, menurut keterangan korban, perahunya mengalami mati mesin setelah dihantam gelombang tinggi.

“Mesin perahu sampan korban mati sehingga perahu korban dihantam badai dan tidak bisa berlabuh. Korban terkatung-katung di atas perahunya di tengah laut hingga berhasil ditemukan dan diselamatkan,” pungkasnya. (end)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional