Menu

Perahu Dihantam Badai, Satu Nelayan Siberut Barat Hilang

  Dibaca : 244 kali
Perahu Dihantam Badai, Satu Nelayan Siberut Barat Hilang
PENCARIAN— Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap nelayan Siberut Barat yang hilang karena perahu yang digunakannya untuk memancing dihantam badai.

MENTAWAI, METRO
Seorang nelayan tradisional dinyatakan hilang akibat perahu kayu yang digunakannya untuk memancing dihantam badai di Perairan Sigapokna, Kecamatan Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sabtu (12/12).

Hingga Minggu sore (13/12), tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap nelayan bernama Paneukan (40) berjenis kelami laki-laki tersebut. Sementara, tiga rekan korban bernama Ade (30), Mamai (30) dan Cuatman (30) yang perahunya juga dihantam badai, berhasil diselamatkan.

Kepala Kantor SAR Mentawai, Akmal mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan kecelakaan laut yang terjadi di perairan Sigapokna, Kecamatan Siberut Barat. Dalam laporannya, ada empat perahu nelayan yang dihantam badai sekitar pukul 15.05 WIB.

“Masing-masing perahu ada satu nelayan. Totalnya empat nelayan. Tim SAR gabungan langsung melakukan operasi pencarian dan pertolongan. Tiga orang nelayan berhasil selamat dan satu orang hilang,” kata Akmal.

Dijelaskan Akmal, proses pencarian pada hari pertama, cuaca tidak memungkinkan untuk melakukan pencarian terhadap nelayan yang hilang. Tim selanjutnya merapat ke Pelabuhan Maileppet Siberut Selatan dan pencarian dilanjutkan keesokan harinya.

“Operasi melibatkan tim Rescue SAR Mentawai, TNI/POLRI, BPBD dan masyarakat. Mudah-mudahan pada proses pencarian hari berikutnya, nelayan bernama Paneukan (40) segera ditemukan,” ungkap Akmal.

Dijelaskan Akmal, dari keterangan saksi, korban pergi memancing menggunakan perahu kayu tradisional menggunakan dayung kayu bersama dengan 3 rekannya Ade (30), Mamai (30) dan Cuatam (30).

“Keempatnya pergi memancing menggunakan perahu kayu di laut Sigakpona. Masing-masing menggunakan satu perahu, Namun sekitar pukul 13.00 WIB, tiba-tiba datang badai dan menghantam perahu yang mereka gunakan,” ujar Akmal. (s)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional