Menu

Penyuplai Senjata dan Amunisi untuk KKB Puncak Jaya Ditangkap

  Dibaca : 75 kali
Penyuplai Senjata dan Amunisi untuk KKB Puncak Jaya Ditangkap
PENYUPLAI DITANGKAP— Ratius Murib alias Neson Murib, anggota KKB yang bertugas mencari senjata api dan amunisi ditangkap di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.

PAPUA, METRO–Satuan Tugas (Satgas) Penegakkan Hukum Ope­rasi Nemangkawi me­nangkap satu pelaku penjual senjata api beserta amunisi kepada teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Puncak Jaya. Pelaku ditangkap di di Bandara Mulia, Kabupaten Pun­cak Jaya.

“Pelaku bernama Ratius Murib alias Neson Murib diduga jaringan penjual senjata api dan amunisi kepada KKB di Puncak Jaya,” kata Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombes Pol M. Iqbal Al-Qudusy dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Selasa (15/6).

Menurut Iqbal, Neson Murib diketahui sudah me­lakukan sejumlah transaksi mencapai miliaran rupiah terkait dengan penjualan dan pembelian senjata api beserta amunisi. “Total yang dikirim dan diterima sebanyak Rp 1,39 miliar,” ujar Iqbal.

Iqbal menyebutkan Ne­son Murib ditangkap anggota KP3 Bandara Mu­lia Polres Puncak Jaya ketika sedang transit di Bandara Mulia Kabupaten Puncak Jaya menuju Kabupaten Timika. Menurut dia, Neson kedapatan membawa uang sebanyak Rp370 juta saat ditangkap petugas. Diduga dana tersebut untuk membeli senjata api dari seseorang.

“Sampai saat ini jajaran aparat penegak hukum masih terus melakukan pendalaman terhadap jaringan penjual senjata api dan amunisi tersebut. Tim masih akan terus menggali informasi sumber dana, aktifitas pengiriman uang untuk membeli senjata, dan amunisi dari terduga Neson Murib,” ungkap Iq­bal.

Sementara, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri menyebutkan, pelaku RM yang ditangkap di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, adalah pencari senjata api dan amunisi. Dia bekerja untuk kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Lekagak Telenggen.

“RM sudah mengaku kepada penyidik, termasuk aliran dana yang diperoleh untuk membeli senpi dan amunisi,” kata Irjen Pol Mathius Fakhiri di Ja­yapura, Selasa (15/6).

Irjen Pol Fakhiri mengatakan, penyidik masih mendalami pengakuan RM yang ditangkap Selasa (15/6) sesaat hendak terbang ke Timika. Penangkapan terhadap RM terjadi saat yang bersangkutan hendak melanjutkan perjalanan ke Timika dengan menggu­nakan pesawat.

Sebetulnya, menu­rut Irjen Pol Fakhiri, dari laporan yang diterima me­nyebutkan RM yang menggunakan pesawat Rimbun Air terbang dari Nabire ke Timika, Senin (14/6) dengan rute NabireMulia (Puncak Jaya)Timika. Na­mun, sesampainya di Mulia, Senin (14/6), pesawat mengalami gangguan sehingga pada Selasa (15/6) baru melanjutkan penerbangan.

“Pada saat itulah salah seorang anggota KP3 Bandara Mulia mengetahui keberadaan yang bersangkutan, kemudian melapor­kan, lalu aparat menang­kap RM,” terang Fakhiri.

Ketika ditanya tentang asal uang yang diamankan bersama RM, Kapolda Papua mengatakan, RM men­dapat uang tersebut dari seseorang yang saat ini masih didalami penyidik. “Terkait dengan aliran da­na yang dipegang RM ma­sih dalam penyelidikan. Perkembangan selanjutnya akan diinfokan lagi,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Fakhiri.

RM diamankan bersama barang bukti berupa uang Rp 370 juta, tiga buah hand­phone, dan berbagai barang bukti lain, termasuk buku catatan. Saat ini RM masih diamankan di Mapolres Puncak Jaya di Mulia. (jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional