Menu

Penyesuaian Tarif PDAM Padang Sudah Terlambat

  Dibaca : 110 kali
Penyesuaian Tarif PDAM Padang Sudah Terlambat
Ilustrasi

AGUSSALIM, METRO – Penyesuaian tarif air di PDAM Kota Padang dinilai sudah sangat terlambat dilakukan. Penyesuaian dilakukan setiap tahun sesuai dengan kondisi inflasi di daerah.

“Kami menyesuaikan tarif air tiap tahun. Besaran tarifnya berdasarkan analisa dan kajian mendalam sesuai aturan yang ada,” sebut Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Raharja, Kabupaten Bandung, Ir. Pambudi, beberapa waktu lalu.

Pambudi menilai, rencana penyesuaian tarif yang dilakukan PDAM Padang sudah sangat terlambat. Apalagi sudah sejak enam tahun lalu tarif airnya tak disesuaikan. Sudah pasti, biaya produksi, operasional dan biaya pemeliharaan sudah tidak sesuai dengan pendapatan yang dihasilkan.

Apalagi, semua aturan menuntut agar elemen PDAM bekerja ideal. Jika tarif tak sesuai dengan biaya produksi dan operasional, maka perusahaan tidak akan sehat dan maju. Secara otomatis, dengan kondisi serba kekurangan, pelayanan sulit untuk ditingkatkan.

“Rata-rata kami menyesuaikan tarif sebesar 7 persen setiap tahun. Itu disesuaikan dengan inflasi dan indikator-indikator lainnya. Cukup sosialisasi ke pelanggan. Semuanya berjalan seperti biasa dengan tarif yang selalu disesuaikan setiap tahunnya,” terang Pambudi lagi.

Dia menjelaskan, saat ini pelanggan Perumda Air Minum Tirta Raharja mencapai 101.562, tersebar di tiga wilayah Kabupaten Bandung. Tarif terendah Rp2.400 per meter kubik, tarif dasar Rp4.700 per meter kubik dan tarif penuh Rp7.100.

Angka ini terpaut jauh dengan tarif PDAM Padang. Yang mana komposisinya hanya Rp1.100 untuk tarif terendah. Kemudian, Rp.2800 untuk tarif dasar. Sementara tarif penuh disesuaikan secara bertahap.

“Saya heran juga dengan PDAM Padang. Perusahaan mau jalan pakai apa kalau tarif tidak disesuaikan. Di satu sisi, kita juga dituntut untuk nyetor PAD,” cetus Pambudi lagi.

Hal senada juga diungkapkan Direktur PDAM Tirtawening Kota Bandung, Trisna Gumilar. Saat ini tarif rendah di perusahaan tersebut adalah sebesar Rp2.300, tarif dasar Rp3.500 dan tarif penuh Rp7.200.

“Angka itu merupakan angka sejak tahun tahun 2013. Rencananya, 2020 nanti akan disesuaikan. Karena biaya operasional sudah membengkak dan sangat tidak sehat jika dibandingkan dengan pendapatan yang dihasilkan,” katanya.

Seperti yang diketahui, PDAM Padang pada tahun 2020 nanti berencana menyesuaikan tarif air. Saat ini berbagai sosialisasi telah dilakukan. Mulai dari pelanggan, YLKI, Komisi Informasi, Pers, camat, lurah hingga DPRD.

PDAM Kota Padang sudah sejak enam tahun lalu tak menyesuaikan tarif. Sementara setiap tahun, biaya opersional, pemeliharaan dan biaya produksi terus naik akibat inflasi dan kenaikan harga barang setiap tahun.

Jika terus dibiarkan dengan tarif saat ini, maka perusahaan sulit untuk berjalan dan meningkatkan pelayanan.

“Kita sudah minta izin pada pemilik modal yakni wali kota. Semua elemen masyarakat juga sudah kita sosialisasikan. Kita berharap semua pelanggan dapat menerimanya,” kata Direktur Umum PDAM Padang, Afrizal Kuning.

Penyesuaian tarif terpaksa dilakukan untuk mengimbangi biaya produksi yang terus membengkak. “Tahun 2013 lalu kita beli kaporit bisa dapat 1 kilogram. Sekarang dengan harga yang sama hanya dapat setengah kilo saja akibat inflasi,” katanya.

Di satu sisi, saat ini PDAM Padang terus berupaya meningkatkan pelayanan. Mencegah kebocoran, perbaikan pipa, pemasangan jaringan baru pada daerah daerah yang selama ini tidak terakses. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional