Close

Penyembelihan Kurban hanya Disaksikan Orang yang Berkurban di Kota Padang

SAWAHAN, METRO–Sekretaris Komisi IV DPRD Padang Faisal Nasir menyebut, tidak dibolehkannya masyarakat menyaksikan penyembelihan sapi kurban di masjid, sementara pelaksanaan shalat Idul Adha dibolehkan, dinilai tidak sinkron dan keliru.

“Memangnya shalat Id tak disebut kerumunan. Apalagi shaf lurus dan rapat. Kita minta Pemko bijak menyikapi persoalan ini,” ujar kader PAN ini, Senin (12/7).

Menurutnya, sangat rancu dilihat bila shalat Id dibolehkan dan melihat penyembelihan sapi kur­ban dilarang. Ia meminta Pemko meluruskan hal ini. Agar tidak ada aturan tum­pang tindih di tengah war­ga.

“Wali Kota harus beri­kan pemahaman yang je­las kepada warga soal atu­ran PPKM Darurat,” papar­nya.

Ia mengatakan, dasar ditetapkannya Kota Pa­dang PPKM Darurat itu apa dan selama diterapkan kesejahteraan masyarakat ada atau tidak diperhatikan dan berikan. Sebab tugas dari pemerintah itu mem­berikan pelayanan terbaik pada warganya serta me­ningkatkan kesejah­teraan­nya.

“Jika masyarakat dila­rang berjualan atau dike­kang dan diberi batas wak­tu geraknya tanpa diper­hatikan kehidupan mereka. Itu sama saja me­nyeng­sarakan,” ucap ang­gota dewan tiga periode ini.

Selanjutnya, mengenai status Padang perlu dije­laskan Pemko. Berapa ke­camatan dan kelurahan yang kasus corona tinggi serta berapa yang aman. Data yang dipaparkan ha­rus akurat dan benar.

Untuk diketahui, Men­teri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta umat Islam yang berada di daerah Pemberlakukan Pem­batasan Kegiatan Ma­syarakat (PPKM) Darurat melaksanakan Shalat Idul Adha di rumah masing-masing. Adapun, hal itu tertuang dalam Surat Eda­ran (SE) Menag Nomor 17 Tahun 2021 tentang Penia­da­an Sementara Peribada­tan di Tempat Ibadah, Ma­lam Takbiran, Shalat Idul Adha dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi di wilayah PPKM Darurat.

Sementara, untuk umat Islam yang berada di luar PPKM Darurat dan bukan termasuk zona merah dan zona oranye, malam tak­biran dan Shalat Idul Adha dapat dilakukan dan sete­lah memenuhi ketentuan sebagaimana dalam SE Menag Nomor 16 Tahun 2021. SE tersebut yakni tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaran Takbiran, Idul Adha dam Pelak­sanaan Kurban Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi di Luar PPKM Darurat.

Di sisi lain, Menag juga menyebut yang boleh me­nyak­sikan penyembelihan hewan hanya yang ber­kurban saja. Penye­m­be­lihan hewan kurban dila­kukan ditempat terbuka dan dibatasi.

Hal itu merupakan atu­ran terkait pembatasan per­gerakan masyarakat sela­ma pelaksanaan salat Idul Adha dan penyem­be­lihan kurban di zona PPKM Darurat.

“Kita akan atur pe­nyem­belihan hewan kur­ban itu ditempat yang ter­buka dibatasi, dan yang boleh menyaksikan hanya yang melakukan kurban saja,” kata menag.

Pihaknya juga menia­dakan pembagian kupon daging kurban yang me­nyebabkan kerumunan. Sehingga, daging kurban harus diserahkan langsung kepada yang berhak ke rumah masing-masing.

“Daging kurban yang biasanya pembagiannya sering mengundang keru­munan dengan membagi kupon kita sudah atur bah­wa pembagian hewan kur­ban itu harus diserahkan langsung kepada yang ber­hak ke rumah masing-masing,” jelasnya. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top