Close

Penyelundupan 31 Balok Kayu Ilegal Digagalkan, Diduga Hasil Penebangan Hutan Lindung

KONFERENSI PERS— Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu saat konferensi pers pengungkapan kasus illegal logging.

PADANG, METRO–Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditres­krim­­sus) Polda Sumbar me­­­nangkap truk yang ke­dapatan membawa kayu hasil pembalakan liar hu­tan lindung saat melintas di jalan Raya Bukit Putus Kenagarian Limau Puruik, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan.

Dalam penangkapan itu, petugas mengamankan dua orang berinisial IC (26) dan M (46) dengan barang bukti 31 batang kayu ber­bentuk balok. Setelah ditangkap, pelaku bersama barang bukti pun dibawa ke Mapolda Sumbar untuk pengusutan lebih lanjut.

“Kedua orang itu di­tang­kap karena kedapatan membawa kayu yang me­ru­pakan hasil tindak pidana illegal logging. Penang­kapan itu berlangsung di Kabupaten Pessel pada Jumat (5/11) lalu,” kata Kabid Humas Polda Sum­bar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, ke­pada awak media saat jum­pa pers di Mapolda, Kamis (11/11) siang.

Dijelaskan Kombes Pol Satake Bayu, pengung­kapan kasus itu setelah personel Subdit IV Tipiter Ditkrimsus Polda Sumbar menerima informasi dari masyarakat terkait akti­vitas pengangkutan kayu hasil illegal logging. Di­duga, kayu tersebut dite­bang dari wilayah hutan lindung.

“Berdasarkan infor­ma­si tersebut, kemudian per­sonel Ditreskrimsus Polda Sumbar melakukan penye­lidikan, dan ternyata infor­masi itu akurat, setelah itu melakukan penangkapan bersama petugas TNKS wilayah II,”  ujar Kombes Pol Satake Bayu.

Kombes Pol Satake Ba­yu menuturkan, selain me­nangkap kedua pelaku, petugas juga menyita se­jumlah barang bukti beru­pa satu unit truk colt diesel merek Mitsubishi warna kuning, STNK, serta dua lembar blangko nota ang­kutan.

“Modus dari illegal logging tersebut adalah me­motong kayu di hutan yang dilindungi, kemudian diha­nyutkan ke sungai, setelah itu diangkut mengggun­akan truk.  Ada 31 batang kayu yang berbentuk ba­lok. Kayu tersebut tidak ada izin atau surat jalannya,” sebut Satake.

Ditegaskan Kombes Pol Satake Bayu, para pelaku terancam terjerat Pasal 83 ayat 1 huruf b Undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Peru­sakan Hutan sebagaimana diubah dan ditambah da­lam Pasal 37 angka 13 ayat 1 huruf b Undang-undang nomor 11 tahun 2020 ten­tang Cipta Kerja junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUH Pidana.

“Penyidik masih me­n­dalami kasus tersebut, de­ngan memeriksa lebih lan­jut kedua pelaku. Selain itu, tim juga masih mengem­bangkan untuk melacak ke­beradaan pelaku lain yang terlibat,” pungka Sa­take.

Sementara itu, AKP Gusnedi, Kanit I Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumbar, mengatakan, pi­haknya sudah lama menin­d­aklanjuti informasi akti­vitas ilegal itu, bahkan akti­vitas tersebut mengaki­batkan banjir.

“Kami bekerja-sama dengan pihak TNKS. Mo­dusnya, setelah dari hutan, lalu turun ke sungai, diha­nyutkan balok- balok yang besar sampai ke dermaga, dinaikan ke mobil baru diangkut ke tempat-tempat pengolahannya,” pungkas Gusnedi. (byr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top