Menu

Penyelundupan 3.000 Liter Minyak Tanah Digagalkan

  Dibaca : 706 kali
Penyelundupan 3.000 Liter Minyak Tanah Digagalkan
Mita 79 drum

Drum berisi minyak tanah yang disita di Lubukbasung, Agam, beberapa waktu lalu.

SAWAHLUNTO, METRO–Penyelundupan minyak tanah asal Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang akan dikirim ke Kota Padang, Jumat (6/11) dini hari gagal. Pasalnya, saat melintas di Muaro Kalaban, truk bak terbuka BG 8176 UJ dihentikan oleh petugas gabungan Polres Sawahlunto yang melakukan razia rutin.

Dalam truk, ditemukan enam drum plastik yang berisi minyak tanah.
Menindaklanjutinya, sopir berikut barang bukti digiring ke Mapolres Sawahlunto untuk menjalani penyelidikan. Hingga berita ini diturunkan, H (42), warga Musi Banyuasin, menjalani pemeriskaan intensif.

Kapolres Sawahlunto AKBP Djoko Ananto SIK mengakui, pihaknya berhasil menyita minyak tanah sebanyak enam drum plastik berisi minyak tanah sebanyak 3.000 liter. ”Minyak tanah yang berasal dari Musi Banyuasin, Sumatera Selatan ini diduga kuat ilegal karena sang sopir tidak bisa menunjukkan dokumen asal barang dan izin angkut,” kata Djoko Ananto.

Disebutkan, barang bukti itu berhasil disita dari hasil razia rutin dini hari. ”Penangkapan berawal dari kecurigaan petugas kepolisian terhadap kendaraan karena terlihat sedang membawa beban angkut cukup berat, petugas pun berusaha menghentikan kendaraan dan memerintahkan supir untuk membuka penutup bak,” tandas Djoko Ananto.

Kasatreskrim Polres Sawahlunto AKP Herry Bertus Wiriasmoro menyebut, keterangan sopir, dirinya hanya merima upah saja. Berapa jumlah upah, H tak mau menyebutkan. “Kecil saja pak, untuk hidup sehari-hari,” jelas Hery, seperti yang dikatakan sopir.

Lebih jauh dikatakan Herry, muatan tersebut dia bawa dari daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan untuk diantarkan ke Kota Padang. Masih pengakuan sang sopir, minyak tanah tersebut bukanlah hasil produksi Pertamina. ”Dia mengaku minyak tersebut adalah hasil penyulingan sendiri dan ia hanya ditugaskan untuk mengangkut ke pihak pemesan yang berada di Kota Padang,” ujarnya.

Saat ini H masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami modus operandi yang digunakan serta mencari kemungkinan adanya tersangka lain, dugaan sementara ada kaitannya dengan praktik mafia minyak dan gas yang berpotensi merugikan negara hingga puluhan miliar rupiah.

Menurutnya, apabila terbukti para tersangka dapat dituduh telah melanggar Undang-Undang nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas dan bisa dikenakan sanksi pidana minimal 15 tahun kurungan penjara dan denda sebesar Rp40 miliar.

”Kami akan terus ungkap kasus ini dan akan terus memburu tersangka lainnya apabila ditemukan cukup bukti untuk menjerat mereka guna mencegah kerugian yang lebih besar terhadap keuangan dan perekonomian negara,” katanya. (ped)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional