Menu

Penyelundupan 183 Kg Ganja asal Sumut Digagalkan, Tiga Tersangka Diringkus, Satu Ditembak

  Dibaca : 815 kali
Penyelundupan 183 Kg Ganja asal Sumut Digagalkan, Tiga Tersangka Diringkus, Satu Ditembak
PENGEDAR DITANGKAP— BNNP Sumbar menangkap tiga tersangka pengedar narkoba dengan barang bukti 183 ganja kering dari Sumatera Utara.

PADANG, METRO – Meski sudah banyak dilakukan penangkapan, para bandar narkoba masih saja nekat memasukkan narkotika jenis ganja kering ke wilayah Sumatera Barat. Kali ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatra Barat (Sumbar) berhasil mengungkap jaringan peredaran ganja yang diselundupkan dari Sumatra Utara (Sumut).

Tak tanggung-tanggung, dari tiga tersangka yang ditangkap, BNN menyita 183 kilogram ganja yang akan diedarkan di Sumbar. Para tersangka diketahui bernama Harfan Maulana (32), Wandi April Naldi Nanda (29), serta Hari Honesta (29). Mereka ditangkap petugas di lokasi berbeda di beberapa wilayah di Sumbar.

Kepala BNN Sumbar, Brigjen Pol Khasril Arifin, mengatakan penangkapan pertama dilakukan terhadap tersangka Harfan Maulana pada Senin (16/11) lalu. Tersangka membawa ganja 78 kilogram asal Penyambungan, Sumut. Tersangka yang selalu kabur ketika akan ditangkap ini terpaksa dihadiahi timah panas.

“Sebelumnya tersangka pertama ini sempat terjadi kabur dan kami berusaha mengejarnya. Bahkan personel kami sempat ditabrak oleh mobil yang dikemudikan tersangka. Ketika itu, meski sudah ditembak, tersangka berhasil kabur ke ladang sawit milik masyarakat. Kami awalnya hanya menemukan kendaraan tersangka,” kata Khasril saat jumpa pers, Kamis (26/12).

Kendaraan tersangka jenis Toyota Agya BA 1436 OK itu ditinggal tersangka di kawasan Bonjol, Kabupaten Pasaman usai berhasil kabur dari kejaran petugas meskipun diberikan tembakan peringatan. Namun, saat diperiksa, petugas tidak menemukan tersangka. Ketika dilakukan penggeledahan di mobil tersangka, didapat 78 kilogram ganja.

“Kita berusaha melakukan pencarian menyisir ladang sawit bersama masyarakat, namun tersangka tidak ditemukan. Pada Senin 16 Desember 2019, kami mendapat informasi bahwa tersangka yang kami cari ini kabur ke Kota Padang dengan mengunakan bus. Kami lakukan penyelidikan dan didapat bus yang digunakan tersangka,” ungkap Brigjen Pol Khasril.

Brigjen Pol Khasril menambahkan, pihaknya kemudian melakukan penghadangan terhadap bus yang ditumpanginya, tetapi lagi-lagi tersangka berhasil kabur. Tersangka melompat dari jendela dan melarikan diri. Melihat tersangka kabur, pihaknya melakukan pengejaran sembari memberikan tembakan peringatan untuk menghentikan pelarian.

“Kami berikan tembakan peringatan, namun tersangka tak mengindahkan. Akhirnya, tersangka menyerahkan diri setelah kaki kirinya terkena tembakan. Tersangka dapat kami amankan dan mengakui 78 kilogram ganja merupakan miliknya yang dibawa dari Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara,” ujar Brigjen Pol Khasril.

Dari hasil interogasi, Brigjen Pol Khasril menegaskan, tersangka mengakui saat berhasil kabur di kawasan Bonjol terdapat dua rekannya yang lain. Hingga kini, BNN Sumbar masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap dua tersangka yang sudah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Selanjutnya, berselang beberapa hari, tepatnya pada Rabu (18/12), BNN Sumbar kembali mendapatkan informasi akan adanya penyelundupan ganja dari Sumut yang mencoba memasuki Sumbar. Tak tanggung-tanggung, barang bukti yang disita petugas sebanyak 105 kilogram ganja.

“Tangkapan kedua ini kami amankan dua orang tersangka. Mereka Wandi April Naldi Nanda dan Hari Honesta. Tersangka ini kami amankan di kawasan Kabupaten Pasaman juga. Memang, jalur tersebut sangat rawan untuk menyelundupkan ganja dari Sumatera Utara,” ujarnya.

Brigjen Pol Khasril menuturkan, hasil interogasi ratusan ganja ini akan diedarkan beberapa wilayah di Sumbar. Namun, kedua tersangka bukan satu jaringan yang dikendalikan oleh orang yang berbeda. BNN Sumbar masih melakukan penyelidikan terkait jaringan masing-masing tersangka.

“Dengan digagalkannya penyeludupan ganja ini, bisa menyelamatkan ribuan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba. Kami masih terus memburu hingga ke bandar besar para tersangka ini. Kami koordinasi dengan BNN provinsi lain, untuk bersinergi memburu para pelaku lainnya,” pungkasnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional