Close

Penyelidikan dan Penyidikan Kasus harus Transparansi, Personel Dituntut Paham Fungsi Teknis

BERIKAN MATERI—Kaur Bin Ops Reskrim Ipda Irnal Syamsi memberikan materi fungsi dan teknis tugas dilapangan maupun administrasi penyidikan di aula Polres Padangpanjang, Selasa (24/1).

PDG. PANJANG, METRO–Mewujudkan profesio­nalitas kerja personil, Polres Padangpanjang gelar pelatihan fungsi teknis tugas di lapangan dan administrasi penyidikan. Hal tersebut Kasubag Dal Pers Bag SDM Polres Padangpanjang AKP Witrizawati, guna terlaksananya tupoksi masing masing personil, Selasa (24/1) kemarin.

AKP Witrizawati, menerangkan pelatihan fungsi dan teknis kepolisian res­krim tahun 2023 tersebut salah satu upaya dalam meningkatkan profesiona­litas personel di setiap tupoksinya.

Pelatihan maupun petunjuk fungsi dan teknis tersebut melibatkan para Kanit Reskrim Polsek serta Jajaran Polres Padangpanjang yang ditunjuk sesuai Surat Perintah Tugas (SPT) yang dilaksanakan di Aula Pertemuan Polres Padangpanjang.

“Penegas fungsi dan teknis di lapangan maupun administrasi penyidikan ini harus dipahami agar tidak terjadi kekeliruan dalam bertugas. Pelatihan ini juga salah satu upaya kita untuk meningkatkan kemampuan anggota sekaligus bekerja dengan profesio­nal,” ung­kap AKP Witrizawati.

Lebih lanjut Witrizawati menegaskan, terlaksana­nya fungsi dan teknis tentunya akan mewujudkan transparansi menjalankan tupoksi masing- masing dalam menyelesaikan per­kara atau kasus yang dilaporkan.

“Bertugas sesuai pro­sedur yang ada, saya yakin setiap personil mampu melaksanakan tugas di lapangan maupun admi­nistrasi penyidikan,” ujar­nya.

SementaraKasat Res­krim Iptu Istiklal mengatakan bertugas di Fungsi Reskrim harus selalu sesuai dengan prosedur yang ada. Salah satunya dengan menerbitkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) merupakan hak bagi pe­lapor baik diminta atau tidak diminta secara berkala.

Hal ini dimaksudkan untuk menjamin transparansi dalam penyelidikan maupun penyidikan.

“Jangan sampai kita berjalan diluar prosedur, pasalnya, jika terjadi kesalahan dalam menetapkan tersangka karena kurang alat bukti, polisi dapat dipra-peradilan,” terang Iptu Istiklal. (rmd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top