Close

Penyelamatan Danau Maninjau, Kemenko Marves Harapkan jadi Prioritas Utama

MASUK PRIORITAS-- Kemenko Marves mengharapkan program penyelamatan Danau Maninjau masuk ke dalam agenda prioritas penyelamatan danau secara nasional.

AGAM, METRODeputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves, Nani Hendiarti berharap Danau Maninjau masuk agenda pertama dalam program penyelamatan da­nau prioritas di Indonesia.

Namun, harus ada rencana aksinya. Jika Pemkab Agam akan mengurangi KJA perlu dilakukan secara bertahap, berjenjang dan berlanjut, serta menyiapkan pengalihan usahanya.

”Ini perlu disiapkan, karena bulan depan sesuai arahan Menko Marves akan diadakan rakor lanjutan, dari 15 danau prioritas mana yang bergerak duluan itu yang dibahas dalam Rakor,” ujar Nani Hendiarti saat gelar Rakor penyelamatan Danau Maninjau, di Istana Bung Hatta, Sabtu malam (25/9).

Dengan begitu, ia harap Danau Maninjau masuk da­lam agenda pertama, tentu diharapkannya juga sudah terbentuk tim, supaya program dari pusat bisa disi­nergikan dengan apa yang direncanakan pemerintah daerah. “Kita minta Pemkab Agam dalam rencana aksi­nya juga bisa menyelesaikan proposal, agar nanti bisa langsung diserahkan dan dibahas oleh tim penyelamatan danau prioritas dari pusat,” sebut Nani.

Dalam proposal itu, ka­tanya, harus ada yang di­kedepankan karena Danau yang menjadi prioritas uatama ini cukup banyak. Sedikitnya, ada sekitar 15 danau prioritas yang ditargetkan sampai 2024, mana jadi super prio­ritas ini yang dibahas oleh tim pusat. Tentu harus ada penekanan bahwa Da­nau Maninjau-lah yang menjadi prioritas dari belasan danau tersebut.

”Penentuan super prioritas tentu ada komponennya seperti keaktifan pemerintah daerah. Tapi kita lihat Pemprov Sumbar dan Pemkab Agam cukup aktif dalam pe­nanganan masalah ini,” kata Nani.

Sementara, Bupati Agam Andri Warman menyebutkan, Danau Maninjau kini kondisinya memang sudah mem­prihatinka karena sa­ngat tercemar, yang mengakibatkan menurunnya ku­alitas air di danau itu. “Jika ini tidak segera ditangani, maka kita yakin ke depan Danau Maninjau hanya tinggal nama,” ujar bupati.

Bahkan, Pemkab Agam melalui OPD terkait sudah melakukan sosialisasi pada petani KJA dan mereka mendukung akan dilakukannya penyelamatan danau. Tentu juga harus ada pengalihan usahanya.

Dikatakannya, banyak Sektor usaha yang diusulkan pada petani KJA ini, dian­taranya perkebunan, pembibitan, beternak ikan terpal dan lainnya. “Terkait keaktifan pemerintah daerah da­lam penanganan danau, sebetulnya telah banyak KJA dikeluarkan dari danau melalui program Save Maninjau, namun jumlahnya kini masih belum sesuai dengan daya tampung danau yang hanya 6 ribu petak,” terang Andri.

Dengan begitu, perlu si­nergi antara daerah dengan pusat dalam penanganan danau ini, sebab kalau ha­nya pemerintah daerah yang menangani mustahil apa yang diharapkan dapat terwujud.

Kini, kata bupati, pihaknya tengah mempersiapkan proposal terkait penyelamatan Danau Maninjau, untuk melengkapi usulan sebelumnya. Karena ada hal lain yang tidak terakomodasi dari AP­BD dalam penanganan ma­salah ini. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top