Menu

Penyekatan PPKM Darurat Dimulai di Kota Padang, Tak Memenuhi Syarat, Kendaraan Diputar Balik

  Dibaca : 382 kali
Penyekatan PPKM Darurat Dimulai di Kota Padang, Tak Memenuhi Syarat, Kendaraan Diputar Balik
PENYEKATAN— Petugas gabungan melakukan pemeriksaan terhadap pengendara yang ingin melewati Pos penyekatan Lubuk Buaya yang merupakan perbatasan Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (13/7).

PADANG, METRO–Pemberlakuan Pem­ba­ta­san Kegiatan Masya­rakat (PPKM) Darurat mu­lai dilaksankaan di tiga kota di Sumatra Barat sejak Selasa (13/7). Sejumlah aturan PPKM Darurat pun akan mulai diterapkan, salah satunya penyekatan di perbatasan untuk mem­batasi aktivitas warga yang ingin masuk ke kota ter­sebut.

Seperti yang terlihat di pos penyekatan Lubuk Bua­ya, Jalan Adinegoro yang merupakan per­ba­tasan Kota Padang dan Ka­bu­paten Padang Paria­man. Sebelumnya, penyekatan yang dilakukan tim ga­bunga sempat tertunda aki­bat adanya kendala tenda yang telah terpa­sang malam hari menga­lami kerusakan diterjang angin kencang.

Namun, setelah per­siapan selesai sekitar pukul 13.00 WIB, tim gabungan langsung bekerja mem­ber­hentikan kendaraan yang datang dari arah Padang Pariaman menuju Padang, untuk mengecek keleng­kapan surat yang menjadi persyaratan masuk kota Padang disaat diterap­kan­nya PPKM darurat.

Sejumlah kendaraan diperiksa kelengkapan do­ku­men yang menjadi sya­rat untuk masuk dalam kota. Warga yang tak me­me­nuhi persyaratan, lang­sung diminta  putar balik. Perlu diketahui, syarat yang mesti dipenuhi untuk bisa masuk dalam kota diantaranya telah suntik vaksin tahap pertama.

Jika belum, warga bisa mengunakan surat bukti PCR atau antigen. Sedang­kan kendaraan yang mem­bawa kebutuhan pokok atau ambulans, boleh ma­suk. Sementara itu, kenda­raan yang dari Padang menuju Padang Pariaman tidak dilakukan penye­ka­tan.

Sebelumnya, Wali Kota Padang, Hendri Septa ke­tika meninjau pos penye­katan mengatakan, prinsip penyekatan ini sama se­per­ti Pembatasan Sosial Ber­skala Besar (PSBB) pada tahun 2021.

“Hanya sekarang ini kita tidak ada menyediakan swab di tempat. Warga hanya melihatkan bukti vaksin minimal suntik per­tama. Terus juga hasil PCR, kalau tidak ada swab antigen,” ujar Hendri di lokasi penyekatan di Lubuk Bua­ya, Kecamatan Koto Ta­ngah, Selasa (13/7).

Hendri mengklaim ke­gia­tan penyekatan lancar. Namun ia tak menampik masih banyak masyarakat yang belum tau adanya penyekatan di perbatasan.

“Masyarakat Sumbar umumnya belum tau. Kami mohon kepada rekan-re­kan media untuk menyam­pai­kan ke masyarakat yang akan melangsungkan perjalanan ke Kota Padang silahkan mempersiapkan dokumen vaksinasi atau swab antigen,” jelasnya.

Ia mengungkapkan pa­da hari pertama ini, pihak­nya masih melakukan sosia­lisasi. Pihaknya mem­be­rikan kelonggaran jika masih ada masyarakat  yang belum melengkapi dokumen.

“Karena yang seka­rang saja, masih banyak yang belum punya syarat dokumen. Ada yang datang jauh dari Payakumbuh, Agam, ini baru kebijakan. Kalau memang mereka butuh sekali masuk kota kebijakan oleh bapak-ba­pak petugas lah,” imbuh­nya.

19 Pos Penyekatan

Kota Padang, Kota Pa­dang Panjang, dan Kota Bu­kittinggi mulai melak­sa­nakan PPKM Darurat. Un­tuk mensukseskan PPKM Darurat, tim gabungan ditempatkan di 19 titik pos penyekatan.

Untuk di Kota Padang, terdapat 6 Pos yang didi­rikan, dua diantaranya pos yang berbatasan antara Padang dengan Kabupaten Padang Pariaman. Satu pos pada perbatasan Ka­bu­paten Pesisir Selatan, satu pos di perbatasan Kabupaten Solok dan satu pisau di Pelabuhan Bungus dan satunya lagi berada di Pelabuhan Muara Kota Pa­dang.

Kemudian di Padang Panjang terdapat dua Pos Penyekatan, pertama di daerah Kacang Kayu untuk antisipasi pendatang dari Kabupaten Tanah Datar dan Kota Solok. Lokasi ke­dua di terminal Padang Panjang, untuk antisipasi pendatang dari Bukittinggi dan Padang.

Selanjutnya, di Bukit­tinggi terdapat 11 Pos yang berada di Simpang Jambu Air, Simpang Petak Ikabe Jambu Air, Simpang Taluak Aur Atas, Simpang Bakso Nyonya, Simpang Pos Po­lisi Aur Kuning, Simpang Istana Mie. Kemudian di Simpang BMW 2000, Sim­pang By Pass Surau Ga­dang, Simpang Taman Ma­kam Pahlawan, Simpang Ta­man Gadut, dan di Sim­pang Jembatan Ngarai Sia­nok.

Kabid Humas Polda Sum­­­bar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, S.Ik me­nyam­paikan, pelak­sanaan PPKM Darurat tersebut ditujukan untuk membatasi mobilitas masyarakat, se­hing­ga mencegah penye­baran terhadap virus Co­vid-19 yang saat ini masih dalam penambahan kasus positif.

“Untuk diketahui, mas­yarakat yang dapat masuk ke daerah tersebut adalah dengan catatan menun­juk­kan kartu vaksin (minimal satu kali vaksin pertama). Kemudian menunjukkan PCR H-2 atau Rapid Antigen H-1,” kata Kombes Pol Satake Bayu.

Kombes Pol Satake Ba­yu menuturkan, selama pe­lak­sanaan PPKM Daru­rat ini diharapkan masya­ra­kat dapat mematuhi atu­ran-aturan yang belaku, me­mahami dan memak­lumi­nya. Dan petugas yang berada di Pos Penyekatan, agar selalu bersikap huma­nis sewaktu melaksanakan tugas

“Kita berharap masya­rakat dapat mengerti dan maklum dengan adanya PPKM Darurat tersebut, karena ini untuk kebaikan kita semua dan upaya pen­cegahan penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional