Menu

Penyebar Video Wanita Diarak Setengah Telanjang Diburu, Polisi: Pelaku Persekusi Bisa Dipidanakan

  Dibaca : 256 kali
Penyebar Video Wanita Diarak Setengah Telanjang Diburu, Polisi: Pelaku Persekusi Bisa Dipidanakan
Ilustrasi

PADANG, METRO
Polres Pasaman merepon viralnya video seorang wanita yang diarak warga dalam kondisi tidak berpakaian lengkap atau setengah telanjang lantaran kedapatan mesum dengan seorang laki-laki di Jorong Ampanggadang, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman.

Polisi menilai aksi oknum masyarakat yang mengarak pelaku mesum itu merupakan bentuk tindakan persekusi. Saat ini, Polres Pasaman pun melakukan penyelidikan terkait kasus persekusi itu terhadap orang-orang yang melakukan penggerebekan, pengambil video dan yang memengunggah ke media sosial.

Kasat Reskrim Polres Pasaman AKP Lazuardy mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan serta mencari orang yang telah memposting aksi persekusi itu ke youtube dan ke group WhatsApp.

Di sisi lain, pihaknya jugu menyayangkan aksi yang telah dilakukan pemuda setempat yang melakukan aksi main hakim sendiri.

“Ya, sangat kita sayangkanlah, seharusnya warga menyerahkan persoalan tersebut kepada petugas berwajib maupun ke penegak perda yakni Satpol PP,” jelas dia.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (30/8) sekitar pukul 14.00 WIB. Wanita dalam video itu sebelumnya digrebek warga karena kedapatan berbuat mesum.

“Pasangan berbuat asusila ini sebelumnya telah beberapa kali ditegur oleh warga sekitar, namun tidak mengindahkan. Pada hari minggu digrebek warga dan diarak warga ke tempat Kepala Jorong Ampang Gadang,,” katanya, Rabu (2/9).

Satake Bayu mengatakan, peristiwa penggerebekan tersebut direkam oleh seseorang yang tidak diketahui identitasnya. Kemudian di-posting ke akun YouTube. Akibatnya banyak yang melihat dan membagikan. Kemungkinan juga Ada yang mengunduh video tersebut dan menyebarnya di grup WhatsApp. Namun hasil sementara, tidak lagi ditemukan konten ini di YouTube.

“Setelah kejadian itu, pihak keluarga sepakat menikahkan pasangan tersebut. Mereka saat ini sudah berstatus sebagai suami-istri. Ninik mamak pun juga menjatuhkan sanksi kepada yang bersangkutan. Kita mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri. Jika menemukan suatu tindak pidana, masyarakat diminta untuk melapor ke polisi terdekat untuk diproses,” ujarnya.

Kombes Pol Satake Bayu menegaskan, atas kasus ini Polres Pasaman masih melakukan penyelidikan terkait tindakan persekusi. Termasuk pelaku perekam dan menyebarkan ke media sosial. Pasalnya, video yang diupload juga mengandung unsur yang tidak pantas untuk ditayangkan.

“Masih dalam penyelidikan, termasuk tindakan masyarakat yang melakukan hal-hal mengandung unsur pidana. Masih dalam penyelidikan siapa yang rekam dan posting lalu dihapus. Persekusi bisa diproses pidana dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun,” tuturnya.

Dalam video berdurasi lima menit lebih itu tampak seorang wanita setengah telanjang diarak massa di depan umum di sepanjang jalan raya Ampanggadang. Ironisnya, wanita yang diduga tertangkap basah warga saat sedang mesum dengan salah seorang pria, tampak diseret, ditendang dan nyaris ditelanjangi. Bahkan, kepalanya dilumuri dengan lumpur kotor.

Viralnya video memalukan itu sempat menggemparkan jagat Maya di Facebook, Youtube dan WhatsApp. Namun tidak sedikit para Netigen yang mengutuk dan menyesalkan apa yang dilakukan warga terhadap si pelaku.

Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Pasaman, sekaligus istri Wakil Bupati Pasaman, Mira Delima Atos Pratama juga angkat bicara terkait kasus tersebut.

Ia juga mengecam aksi main hakim sendiri oleh warga terhadap pelaku mesum. Kasus persekusi itu, kata dia, menunjukkan bahwa kultur kekerasan di tengah masyarakat masih belum sepenuhnya hilang.

“Apa pun tindakan kejahatan yang dilakukan oleh seseorang itu tidak bisa menjadi pembenaran untuk melakukan persekusi dan tindakan main hakim sendiri seperti di kasus di Ampanggadang ini. Untuk itu, saya mengecam aksi main hakim sendiri oleh warga itu. Apalagi yang diarak itu adalah seorang perempuan” ujar Mira, Rabu (2/9).

Menurutnya, aksi persekusi dan main hakim sendiri itu tak dapat dibenarkan, terlepas dari kejahatan yang dilakukan oleh MY, yaitu melakukan perbuatan asusila. Ia mengakui pihaknya sudah meminta instansi terkait segera melakukan pendampingan terhadap korban. (rgr/cr6)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional