Menu

Penyanyi Minang Odi Malik Ditangkap

  Dibaca : 24475 kali
Penyanyi Minang Odi Malik Ditangkap
AMANKAN PREMAN— Jajaran Satreskrim Polres Bukittinggi mengamankan 12 preman diamankan, yang melakukan aksi premanisme dengan modus parkir liar.

Odi MalikPADANG, METRO–Penyanyi Minang terkenal, Odi Malik untuk yang ketiga kalinya, kembali dijebloskan ke sel tahanan. Penyanyi bersuara serak yang populer lewat lagu “Bancano Bukik Lantiak”itu diringkus polisi karena dilaporkan melakukan penggelapan uang rekaman senilai Rp20 juta. Selasa (21/10), putera Palinggam itu sudah meringkuk di ruang tahanan Polsekta Padang Selatan.

Penangkapan Odi Malik dibenarkan Kapolresta Padang Kombes Pol Wisnu Andayana. Menurut Wisnu, penangkapan dilakukan setelah dua panggilan yang dilayangkan petugas Unit Reskrim Polsekta Padang Selatan, tidak digubris oleh Odi Malik. Pemanggilan itu dianggap angin lalu saja. ”Iya, yang ditangkap Odi Malik. Penyanyi itu. Dua kali dipanggil, dua kali tak datang. Makanya dijemput paksa dan ditahan,” terang Kapolresta, Selasa siang.

Dituturkan Kapolsekta Padang Selatan AKP Eryanto, kasus yang menjerat Odi Malik berawal saat dia (Odi Malik), menyepakati kerja sama pembuatan video lagu Minang dengan Mardiani (40), warga Indrapura, Pesisir Selatan. Kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak kerja itu bernilai Rp20 juta, dengan Odi Malik sebagai orang yang mengerjakan pembuatan video. “Setelah kesepakatan dituangkan dalam kontrak kerja, uang Rp20 juta diserahkan Mardiani kepada Odi Malik,” ucap Eryanto.

Secara rinci Mardiani dalam laporan polisi nomor Lp/152/k/11/2015, awalnya pada 6 November 2013 lalu, dia melakukan kontrak kerja sama dengan Odi Malik. Kerja sama tersebut dilakukan untuk pembuatan video klip lagu Minang.
Uang Rp20 juta yang diserahkan tujuannyaa untuk modal pembuatan video. ”Waktu itu saya kasih duit Rp20 juta kepada Odi Malik. Tapi, Odi malah menggelapkan uang saya. Buktinya, sampai sekarang dia tidak membuat rekaman itu,” terangnya.

Hari berganti, kontrak kerja terus berjalan, namun Odi Malik malah menghilang. Pekerjaannya tidak selesai. Dengan niat baik, Mardiani mencoba menghubungi Odi Malik. Namun, setiap pembicaraan tidak membuahkan hasil. Kesal, Mardiani memilih untuk menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan masalah uang kontrak ini.

”Mardiani membuat laporan pada 11 Oktober lalu, dengan tudingan penggelapan uang video,” ungkap Kapolsekta Padang Selatan.
Setelah mengumpulkan berkas, dan data, polisi lalu melakukan pemanggilan terhadap Odi Malik. Panggilan pertama tidak digubris. ”Lalu dilayangkan panggilan kedua. Lagi-lagi, Odi Malik tidak memenuhi panggilan tersebut. Anggota lalu melakukan pencarian ke rumahnya, tapi Odi Malik juga tidak ada waktu itu,” tutur AKP Eryanto.

Melihat sikap Odi Malik yang tidak kooperatif, polisi lalu mencari tahu dimana keberadaannya. Rumah sang artis yang sudah banyak melahirkan lagu-lagu terkenal itu terus diintai. Pada Selasa (20/10) malam, Odi Malik terpantau berada di rumahnya, Jalan Banjir Kanal, Tugu Luar, Kelurahan Marapalam, Padang Timur. Tidak menunggu lama, polisi meluncur ke sana. “Rupanya benar, yang bersangkutan di sana. Pada pukul 22.30 WIB, Odi ditangkap di kontrakan tanpa perlawanan,” kata Kapolsekta.

Hingga Rabu (21/10), Odi Malik terus diperiksa menyangkut kontrak kerja dan untuk apa uang Rp20 juta yang diterimanya. Saat ini, kita masih melakukan pemeriksaan kepada Odi Malik. Memang selama ini dia sudah menjadi target operasi,” sebutnya AKP Eryanto.

Polisi menjerat Odi Malik dengan Pasal 378 KUHP terkait dengan penipuan dan penggelapan, dengan ancaman maksimal lima tahun penjara. ”Pasalnya bisa saja bertambah jika dalam pengembangan didapat pembuktian baru. Sekarang, kita fokus ke penggelapan dan penipuannya,” tutur Kapolsekta.

Tercatat, sudah tiga kali Odi Malik berurusan dengan polisi. Sebelumnya pada tahun 2008 lalu, dia tertangkap di Simpang Empat Aur Kuning, Bukittinggi. dalam sebuah taksi karena menyimpan satu paket sabu senilai Rp200 ribu. Agustus 2011 lalu, dia ditangkap lagi karena menyimpan satu paket sabu di rumahnya di Komplek Taman Banuaran Tahap II, Kelurahan Parak Laweh, Kecamatan Lubuk Begalung. Selama dalam tahanan Odi Malik  mengarang berbagai Lagu salah satunya adalah “Tangih Di balik Tarali”.

Sebagai penyanyi Minang, Odi Malik punya nama besar. Lagu-lagunya selalu saja laris di pasaran. Namanya mulai melejit sewaktu membawakan lagu “Bancano Bukik Lantiak”. Lagu itu merupakan ratok, setelah terjadinya bencana longsor Bukik Lantiak yang menewaskan puluhan orang. Lagu lainnya, “Si Bunian Bukik Sambuang”, juga meledak di pasaran. Beberapa hit lainnya juga ngetrend.

Namun, kebesaran itu membuat Odi Malik banyak pula berurusan dengan polisi. Beberapa kali dia terbelit kasus hukum.  Meski demikian, karya-karya Odi Malik masih ditunggu orang. Suaranya sudah terlanjur disukai masyarakat Sumbar. (da)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional