Menu

Penulisan Naskah Dinas dan Surat Dinas Banyak Ditemukan Kesalahan dalam Penggunaan Bahasa

  Dibaca : 86 kali
Penulisan Naskah Dinas dan Surat Dinas Banyak Ditemukan Kesalahan dalam Penggunaan Bahasa
HADIRI PEMBUKAAN MTQ— Pjs Wali Kota Solok Asben Hendri menghadiri pembukaan MTQ XXVIII yang dilaksanakan di Main Stadion Sikabu Lubuk Aluang, Padangpariaman.

SOLOK, METRO
Dalam penulisan naskah dinas maupun surat dinas harus dengan penulisan bahasa surat yang jelas dan lugas. Setiap kata harus mengacu kepada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), sesuai dengan Permendikbud Nomor 50 tahun 2015.  “Tanpa disadari banyak ditemukan kesalahan-kesalahan dalam penggunaan Bahasa Indonesia di tengah masyarakat, termasuk juga dalam kedinasan,” ujar kepala Dinas Kominfo Kota Solok, Zulfadli saat pelatihan pengawasan dan pengendalian penggunaan bahasa bagi lembaga pemerintah Kota Solok, kemarin.

Ia berharap, melalui kegiatan yang dilakukan tersebut setiap OPD di Kota Solok mendapatkan ilmu mengenai pentingnya membudayakan dan mempertahankan bahasa Indonesia terutama dalam beraktivitas atau bekerja di Lembaga pemerintahan.

Menurutnya, penggunaan Bahasa indonesia yang baik, akan sangat bermanfaat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, dan pelatihan ini diharapkan bisa memberikan ilmu tambahan yang belum didapat selama ini, sehingga dapat memberikan bahasa yang benar dan tepat.

Tak hanya itu, praktik penggunaan bahasa Indonesiabyang baik dan benar sangat penting dalam membuat laporan, dan sesuai dengan kaidah ejaan Bahasa Indonesia, sehingga bisa meminimalisir kata-kata yang sulit dipahami. Dan juga masyarakat bisa mendapatkan pengetahuan tentang Bahasa Indonesia. “Setiap naskah dinas harus komunikatif, artinya, mudah dipahami dan menimbulkan pemahaman yang sama pada pemikiran pembacanya,” ujar Zulfadli.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Sumatera Barat, Aminulatif mengatakan, fenomena saat ini, terutama dalam kedinasan, masih banyak penggunaan bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan aturan-aturan baku yang ditetapkan dalam Ejaan Bahasa Indonesia. “Itulah alasan utama memberikan pelatihan kepada setiap OPD di Kota Solok ini, sebab aturan baku tentang penggunaan ejaan yang baik dan benar harus jadi harga mati, apalagi lembaga pemerintah juga harus ikut dalam mensosialisasi penggunaan bahasa Indonesia ke masyarakat,” jelas Zulfadli.

Dijelaskannya, dalam acuan penggunaan bahasa Indonesia, tidak lagi menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) tapi sudah mengacu pada PUEBI, sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 50 tahun 2015.

Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan sikap positif para pelaku media massa agar senantiasa mengutamakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. “Sebagai institusi yang mempunyai tugas melaksanakan pembinaan, pengembangan dan pemasyarakatan bahasa Indonesia, Balai Bahasa ingin masyarakat bisa berbahasa yang baik dan benar sesuai kaidah,” kata Zulfadli. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional