Close

Penuhi Kebutuhan Hidup Lewat Mengojek, Nenek Sarpini Terima Bantuan dari Polres Sijunjung

SERAHKAN BANTUAN— Kapolres Sijunjung AKBP M.Ikhwan Lazuardi bersama Wakapolres Kompol Dwie Yulianto menyerahkan bantuan bansos kepada masyarakat.

“Alhamdulillah pak, bersyukur bana. Tadi lah baniat ka mambali bareh sa liter pas pulang ma ojek. Ko bahan untuk samba lah babali. Kironyo pas bana dapek bantuan dari Polres. Syukur Alhamdulillah,” tutur Sarpini (67) sambil memperlihatkan sekantong cabe dan bawang merah dari atas motor miliknya.

Itulah ungkapan rasa syukur yang disampaikan Sarpini (67), seorang ne­nek yang berprofesi sebagai tukang ojek pang­kalan di Muaro Sijunjung setelah menerima bantuan sembako dari Polres Sijunjung.

Meski di usia renta, Sarpini tetap gigih mengais rezeki untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Agaknya sudah delapan tahun lamanya nenek Sarpini melakoni profesi menjadi tukang ojek. Bahkan ia merupakan satu-satunya perempuan yang ada di komunitas pangkalan ojek Muaro Sijunjung.

“Alhamdulillah pak, bersyukur bana. Tadi lah baniat ka mambali bareh sa liter pas pulang ma ojek. Ko bahan untuk samba lah babali. Kironyo pas bana dapek bantuan dari Polres Sijunjung. Syukur Alhamdulillah,” tutur Sarpini sambil memperlihatkan sekantong cabe dan bawang merah dari atas motor miliknya.

Tak bisa dipungkiri, naiknya harga BBM menjadi mimpi buruk bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah. Tak terkecuali dengan Sarpini. “Ondeh, tambah payah kami. Biaso lnyo lai dapek juo Rp50 ribu sahari dari ma ojek, kini jauh di bawah tu. Kadang cuma Rp30 ribu,” ungkapnya lirih.

Bagi Sarpini, warga Logas Muaro yang kini sudah di usia senja, menjadi tukang ojek merupakan peng­hasilan utama dalam memenuhi kebutuhan hi­dup. “Tanggungan lai ndak ado lai, tapi iko penghasilan utamo,” ujarnya.

“Sajak BBM naik, memang agak payah rasonyo. Kami tapaso ikut menaikan tarif harga ojek ka penumpang. Kadang ado juo yang ndak amuah dan tetap mambayia jo harago yang lamo,” kisahnya.

Mendapat bantuan sembako dari Polres Sijunjung, bagi Sarpini merupakan sebuah nikmat yang luar biasa. “Alhamdulillah, ta tolong bana rasonyo. Apo lai kini bareh maha, sadonyo maha kini,” ucapnya.

Sarpini merupakan salah satu dari 70 orang tukang ojek lainnya yang menerima bantuan sembako dari Polres Sijunjung pasca kenaikan harga BBM. Bantuan sembako itu ditujukan untuk meringankan beban masyarakat pasca kenaikan harga BBM.

Kapolres Sijunjung AKBP M.Ikhwan Lazuardi didampingi Wakapolres Kompol Dwie Yulianto dan Kasat Lantas Akp Zamrinaldi mengatakan, sebanyak 100 paket sembako setiap harinya dibagikan untuk masyarakat yang membutuhkan. “Ada 100 paket sembako yang kita bagikan setiap harinya, baik itu dari Polres maupun yang disebar melalui seluruh Polsek yang ada. Giat ini merupakan inisiatif Kapolres dan menin­daklanjuti instruksi untuk membantu masyarakat pasca kenaikan harga BBM,” tutur Kapolres Sijunjung.

Hadirnya program ter­sebut, lanjutnya, merupakan kepedulian Polres Sijunjung kepada masya­rakat. “Naiknya harga BBM memang berdampak kepada masyarkat, dan untuk meringankan beban itu kita bagikan sembako pada masyarakat yang membutuhkan, dan kali ini kita pusatkan untuk tukang ojek yang ada di Muaro Sijunjung,” sebutnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top