Menu

Penjualan Benih Ikan di Pasar Benih Ikan Nagari Andaleh Lesu, Permintaan Turun Sejak Pendemi

  Dibaca : 172 kali
Penjualan Benih Ikan di Pasar Benih Ikan Nagari Andaleh Lesu, Permintaan Turun Sejak Pendemi
BENIH IKAN—Pengelola Pasar Benih Ikan Andaleh saat mengangkat ikan jenis Nila Albino.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Penjualan Benih Ikan di Pasar Benih Ikan Nagari Andaleh, Kecamatan Lu­ak, Kabupaten Lima Puluh Kota, sejak pendemi Co­vid-19 mewabah di Indonesia, mengalami penu­runan drastis. Ditandai dengan lengangnya pe­ngunjung Pasar Benih Ikan dan permintaan dari luar provinsi Sumatera Barat.

Sebelum pendemi Co­vid-19 mewabah di Indonesia, permintaan Benih Ikan di Pasar Benih Ikan An­daleh dalam sehari men­capai 30 ribu. Dan saat pendemi melanda hingga saat ini perhari paling ting­gi permintaan hanya 10 ribu. Baik lokal maupun lu­ar provinsi Sumatera Barat.

“Pendemi Covid-19 ini besar pengaruhnya terha­dap permintaan Benih Ikan. Dulu sehari bisa mencapai 30 ribu, sejak pendemi hanya tinggal 10 ribu saja. Lebih dari 50 persen hilangnya permin­taan baik lokal maupun luar provinsi seperti Riau, Bengkulu, Jambi dan Pa­lem­bang,” ungkap Penge­lola Pasar Benih Ikan An­daleh, Elvis, Kamis (8/7) di Pasar Benih Andaleh, ke­pada wartawan.

Disampaikannya, mes­ki jumlan permintaan ter­hadap bibit Benih Ikan jauh menurun, disampaikan Elvis, kualitas bibit Benih Ikan asal Andaleh tetap menjadi nomor Satu. “Bagi kita kualitas atau mutu Benih Ikan ini menjadi prioritas. Benih Ikan yang masuk di Pasar Benih Ikan Andaleh, harus melewati seleksi yang ketat. Kita tidak asal menerima, kita lihat dulu kualitasnya,” sebutnya.

Selain berbagai jenis Benih Ikan seperti Ikan Nila Arwana, Nila Give, Nila Albino, Gurami Putih dan Biasa, Patin, Lele,  Paweh atau Nilem, Rayo, yang banyak diminta di pasaran, di Pasar Benih Ikan Andaleh juga tersedia Ikan Koi. Namun untuk harga ikan Koi, beragam mulai dari 30 ribu perekor hingga jutaan. “Ikan ini beda, tergantung jenis dan ketampanannya,” u­cap­nya.

Pasar Benih Ikan An­daleh disampaikan Elvis, menampung seluruh bibit ikan dari hasil budidaya masyarakat sekitar. “Ini berada di bawah Koperasi Usaha Perikanan. Jadi kita Koperasi yang menam­pung hasil budidaya Benih Ikan Masyarakat. Dan ren­­dah­nya permintaan akibat pendemi ini tentu berdam­pak kepada pen­dapatan petani pembu­didaya Benih Ikan,” se­butnya.

Salah seorang Peda­gang keliling Benih Ikan lokal di Lima Puluh Kota, Anas, mengakui mimin­nya permintaan akan Be­nih Ikan di masyarakat sejak terjadinya Pendemi Covid-19. Namun, Anas tidak tahu pasti apa pe­nyebabnya.”Memang per­mintaan turun dibanding sebelum pendemi. Apa penyebabnya kita tak ta­hu,” ungkapnya.

Disampaikannya, saat ini permintaan Benih Ikan yang paling banyak di masyarakat adalah Benih Ikan Nilam atau Paweh. Kemudian Nila dan Gu­rami. “Permintaan yang banyak itu Benih Ikan Paweh, Nila dan Gurami,” sebutnya.

Baik pengelola Pasar Benih Ikan maupun pe­dagang Benih Ikan keliling mengaku bahwa saat ini yang menjadi kendala adalah soal pemasaran. Dengan upaya meng­ga­lakkan budidaya Ikan air tawar oleh Pemerintah akan menambah gairah para petani Benih Ikan di Andaleh. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional