Menu

Penjual Hewan Kurban masih Sepi Pesanan di wilayah Gaduik, Kecamatan Lubuk Kilangan

  Dibaca : 87 kali
Penjual Hewan Kurban masih Sepi Pesanan di wilayah Gaduik, Kecamatan Lubuk Kilangan
SAPI KURBAN— Salah satu peternak sapi di kawasan Gaduik, Kecamatan Lubukkilangan, Kota Padang masih memiliki stok sapi-sapi kurban yang banyak. Satu bulan jelang Hari Raya Idul Adha, pedagang mengaku masih sepi pesanan sapi kurban.

GADUT  METRO–Menjelang Idul Adha 1442 Hijriah yang jatuh pada 15 Juli mendatang, pedagang hewan kurban di wilayah Gaduik, Kecamatan Lubuk Kilangan (Luki)  mengaku penjualannya masih sepi dibanding tahun se­belum­nya akibat pandemi Covid-19.

Sebulan lebih jelang hari raya kurban, pe­da­gang menyebut penjualan sapi baru 60 persen. Akibat pen­jua­lan hewan kurban yang sepi pem­beli, para pe­da­gang menga­ku merugi hingga jutaan rupiah. Mereka ber­ha­rap, sisa waktu memasuki hari raya kurban, hewan mereka bisa laku terjual.

Syaufito, salah seorang peternak sapi, Senin (14/6) mengatakan, saat ini pen­jualan sapi kurban menu­run dan kejadiannya sama seperti tahun lalu. Ini aki­bat virus corona yang be­lum juga berakhir di tanah air.

“Penurunan penjualan sapi mencapai 40 persen, kita berharap pandemi segera berakhir. Dan, ma­kin dekat Hari Raya Idul Adha, mudah-mudahan penjualan sapi makin me­ningkat,” ujarnya.

Syaufito mengaku, stok sapi untuk dijual kepada pembeli masih berjumlah 150 ekor. Jenis sapinya adalah sapi Bali dan kam­pung dengan berat 80 kg sampai 150 kilogram.

Harga sapi satu ekor­nya dijual sekitar Rp15 juta dengan kurban Rp2.200.000 sampai Rp2.300.000. Se­dang­kan kurban Rp2.400.000 ­dan seterus­nya ­sapi dijual sebesar Rp18 juta- Rp20 juta.

“Sapi jenis Bali diban­derol Rp22 sampai Rp25 juta dan itu tergantung berat sapinya juga,” ucap Fito yang juga Lurah Ceng­keh ini.

Ia mengatakan, sapi yang dimilikinya berasal dari Muara Paneh, Medan dan lainnya. Untuk surat kesehatannya telah ter­sedia dan makan hewan­nya rutin dikasih setiap hari. Supaya kualitas da­ging bagus dan bisa di­kurban. “Perawatan sapi ber­kala dilakukan. Begitu juga kandangnya,” papar­nya.

 Stok Sapi Cukup

Sementara itu, jumlah hewan yang dikurbankan masyarakat pada Idul Adha tahun ini diprediksi cenderung meningkat de­ngan tahun kemarin.

Peningkatan ini disinya­lir karena mulai mem­baik­nya ekonomi masyarakat. Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Padang, Syah­­rial Kamat mengata­kan, tahun lalu, jumlah sapi kurban adalah sebanyak 6.239 ekor sapi, 1 ekor kerbau dan 813 ekor kam­bing.

“Tahun ini kita prediksi meningkat 10 persen atau minimal sama,” ujar Syah­rial Kamat, Kamis (10/6) lalu.

Dikatakan, saat ini stok sapi mencukupi. Semua sapi-sapi itu ada dikandang peternak sendiri. Namun ada pada kandang kan­dang toke jawi. Mereka mem­belinya dari luar da­erah. Seperti Lampung, Pesisir, Bukittinggi dan daerah pemasok lainnya.   “Stok sapi masih cu­kup,” kata Syahrial.

Dalam menyambut Idul Adha, Distan beren­cana akan mengundang pengurus masjid dan mu­shalla. Mereka akan diberi sosialisasi tentang hewan kurban. “Pekan depan su­dah kita undang para pe­ngu­rus masjid dan mu­shalla. Sekaligus kita me­nin­jau sapi-sapi yang ada dikandang toke dan peter­nak,” katanya.

Saat ini, satu ekor sapi kurban, saat ini dibandrol dengan harga Rp16 juta sampai Rp20 juta. Semen­tara kambing adalah seki­tar Rp2,5 juta. (ade/tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional