Menu

Penjual BBM Oplosan Ditangkap, Minyak Mentah Disulap jadi Pertalite

  Dibaca : 381 kali
Penjual BBM Oplosan Ditangkap, Minyak Mentah Disulap jadi Pertalite
PERLIHATKAN BUKTI—Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir memperlihatkan barang bukti hasil pengungkapan kasus BBM Pertalite oplosan.

PADANG, METRO
Jajaran Polresta Padang membongkar praktek pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite oplosan yang diolah dari minyak mentah di kawasan Komplek Jondul, Kecamatan Padang Selatan. BBM oplosan itupun dijual dengan harga Rp 6.500 per liter.

Dalam pengungkapan kasus itu, Polisi menangkap pemilik BBM oplosan bernama Yanto alias Lelek (47) dengan barang bukti yang terdiri dari minyak olahan yang diletakkan di dalam drum, ember dan jeriken. Selain itu juga ada selang-selang dan bahan pewarna serta pembersih minyak mentah.

“Pelaku kami amankan Rabu (28/4) yang lalu di kediamannya dengan barang bukti beberapa bahan dan minyak pertalite oplosan. Penangkapan itu berkat adanya informasi dari masyarakat terkait kegiatan pelaku yang mengoplos BBM Pertalite,” ujar Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir Kamis (5/5).

Dijelaskan Kombes Pol Imran Amir, pelaku membeli 4 ton minyak mentah asal Palembang kepada seseorang berinisial A dengan nilai Rp 6 ribu per liternya atau secara total pelaku menyerahkan uang kepada A sebesar Rp 22,6 juta. Minyak itu dibawa dari Palembang menggunakan truk.

“Kemudian sebagian minyak mentah diolah oleh pelaku menjadi minyak Pertalite oplosan menggunakan pewarna industri bewarna hijau dengan merek Coloursea. Untuk nilai jual minyak yang telah diolah menyerupai Pertalite dijual Rp 6500 perliternya,” terangnya.

Kombes Pol Imran Amir menegaskan, aktivitas tersebut sudah berlangsung lama. Tentunya, BBM Pertalite oplosan itu tidak diperbolehkan masuk ke dalam kendaraan karena dapat membuat kendaraan rusak.

“Dalam hal memiliki, menguasai, dan mengolah minyak tanah Palembang ini, tersangka sama sekali tidak memiliki izin dari pemerintah sehingga dapat diancam dengan pasal 50 jo pasal 28 undang-undang nomor 21 tahun 2001 tentang minyak bumi dan gas dengan ancaman kurungan 6 tahun penjara,” ujar Kombes Pol Imran Amir.

Pada kesempatan itu, pelaku juga sempat mempraktekkan pengolahan minyak mentah menjadi Pertalite. Awalnya, minyak mentah diberi serbuk pewarna hijau. Setelah itu, dimasukkan lagi serbuk putih untuk menjernihkan BBM tersebut. Namun pelaku membantah minyak mentah diolah menjadi BBM Pertalite oplosan, tetapi mengolahnya menjadi minyak tanah.

“Saya mengolah minyak mentah tersebut setara dengan minyak tanah, bukan minyak pertalite. Minyak tersebut diberi pewarna merek coloursea agar berubah menjadi warna hijau. Setelah diberi pewarna hijau, diberikan serbuk putih dan membuat BBM tersebut kembali putih bening,” ungkap pelaku.

Ditambahkan pelaku, serbuk tersebut dapat memisahkan kotoran dari minyak sehingga menjadi lebih jernih. Mminyak mentah Palembang ini diubah menjadi minyak tanah untuk kompor yang digunakan memasak.

“Kalau minyaknya lebih bersih, maka apinya menjadi lebih bagus. Saya tidak ada melakukan pengoplosan BBM Pertalite,” pungkasnya. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional