Menu

Penjelasan Menkes soal Vaksinasi Covid-19 Berbayar

  Dibaca : 63 kali
Penjelasan Menkes soal Vaksinasi Covid-19 Berbayar
Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA, METRO–Menteri Kesehatan Bu­di Gunadi Sadikin akhirnya angkat bicara terkait pole­mik vaksinasi Covid-19 ber­bayar. Dia menjelaskan ala­san pemerintah akhir­nya membuka vaksinasi gotong royong yang bisa dilakukan oleh individu.

“Vaksin Gotong Ro­yong­ ini merupakan opsi. Jadi apakah masyarakat bisa mengambil atau tidak prin­sipnya pemerintah mem­buka opsi yang luas bagi masyarakat yang in­gin mengambil vaksin Go­tong Royong baik melalui perusahaan maupun mela­lui individu,” jelas Budi Gu­nadi dalam jumpa pers di YuTube Sekretariat Pre­siden, Senin (12/7).

Menurut Budi, banyak pengusaha yang belum mendapatkan akses mel­a­lui program vaksinasi Go­tong Royong Kamar Da­gang Indonesia (KADIN).  “Jadi ada beberapa misal­nya perusahaan-peru­sa­haan pribadi atau peru­sa­haan perusahaan kecil itu juga mereka mau men­dapatkan akses ke vaksin Gotong Royong tetapi be­lum bisa masuk melalui pro­gramnya KADIN,” be­ber­nya.

Contoh lain, sambung Budi, ada juga beberapa warga negara asing yang juga sudah tinggal di Indonesia sudah berusaha di sini. Mereka biasanya ber­aktivitas di bidang seni atau kuliner, namun tidak bisa mendapatkan akses vak­sinasi dengan jalur KADIN atau lainnya.

“Mereka juga ingin men­dapatkan akses ke vak­sin Gotong Royong indi­vidu itu,” tegas Budi. Budi juga mengatakan vak­sinasi berbayar dimulai saat vaksin pemerintah sudah mulai masif jum­lahnya.

Dia menambahkan pa­da bulan pemerintah akan menerima 30 juta dosis vaksin Covid-19. Bulan depan, lanjutnya, akan dapat 40 juta dan sete­rusnya 50 juta. “Sehingga benar-benar akses mas­yarakat yang lain akan be­sar sedangkan masya­ra­kat yang ingin mengambil opsi yang lain juga ada. Jadi opsinya semuanya terse­dia,” tegas Budi. (mcr10/jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional