Menu

Penjebakan Prostitusi Online Dianggap Hal Biasa, Wasekjen IKM: Ungkap sampai ke Akar-akarnya

  Dibaca : 977 kali
Penjebakan Prostitusi Online Dianggap Hal Biasa, Wasekjen IKM: Ungkap sampai ke Akar-akarnya
Braditi Moulevey (Wasekjen DPP IKM)

JAKARTA, METRO–Menyikapi semakin banyaknya komentar pro-kontra peristiwa pengerebakan prostitusi online yang diduga diinisiasi Anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade yang juga ketua DPD Gerindra Sumbar, Wasekjen DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) Bradity Moulevey angkat bicara. Dia menilai, pengungkapan prostitusi online dengan skenario penjebakan adalah hal yang biasa dilakukan.

“Setahu saya salah satu cara untuk mengungkap memang diperlukan beberapa srategi, salah satunya dengan penjebakan. Tapi mari kita lihat kasus ini secara komprehensif, jangan sepotong-potong. Jangan hanya melihat karena yang melakukan peristiwa ini seorang Andre Rosiade,” kata Levy kepada koran ini, kemarin.

Katanya, setiap masyarakat bisa saja melaporkan prostitusi online kepada pihak kepolisian. Tapi karena dalam peristiwa ini yang melakukannya Andre Rosiade, yang sudah menjadi salah satu tokoh muda nasional dari Sumatra Barat, akhirnya menjadi seksi dengan diskusi yang panjang dengan segala pendapat baik yang pro maupun kontra.

“Tapi mari kita berpikir jernih. Pelaku prostitusi online NN ini dia adalah seorang profesional yang berasal dari daerah lain yang melakukan kegiatan prostitusi online di Kota Padang. Seandainya wanita ini asli Minang, tentu akan lain pula ceritanya. Bagaimana muka orang tua, ninik mamak dan juga suku kaumnya. Lalu bagaimana jika pelanggan NN ini anak dan kemanakan kita di Padang tentu akan menjadi beban yang lebih berat lagi bagi kita semua,” katanya.

Jadi, sebutnya, ini adalah persoalan yang serius yang harus dihadapi bersama-sama. Ini kenyataan bahwa prostitusi online ini nyata dan ada di Kota Padang. “Sebagai perantau Minang yang juga menjabat sebagai wakil sekretaris jendral DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), saya melihat kasus ini harus disikapi serius oleh Forkopimda dan seluruh stakeholder di Kota Padang,” sebut alumni Fakultas Ekonomi Unand ini.

Dia menegaskan, sebagai orang rantau melihat bahwa Kota Padang tidak bisa terhindar dari arus globalisasi informasi, sehingga sarana pendukung untuk kegiatan prostitusi online berupa aplikasi ini bisa didapat dengan mudah di tengah masyarakat hanya dengan menggunakan smartphone.

”Kami masyarakat Minang yang di rantau mendukung penuh Andre Rosiade yang telah membongkar kegiatan prostitusi online di Kota Padang. Kami harapkan pihak kepolisian bisa mengembangkan kasus ini. Apakah prostitusi online ini mempunyai jaringan atau sindikat. Karena kita melihat, bahwa pelakunya berasal dari daerah lain. Ini yang harus diusut sampai tuntas,” katanya.

Terakhir, sebutnya, dari DPP IKM mengharapkan Pemko Padang beserta jajarannya bisa lebih proaktif lagi dalam memberantas maksiat. ”Agar adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah tidak hanya slogan saja, tapi benar-benar diaplikasikan ditengah masyarakat,” kata mantan ketua BPC HIPMI Padang ini. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional