Menu

Penjambret yang Bikin Dokter Luka Parah Ditembak, Ngaku Beraksi di 9 TKP, Hasilnya Dibeli Narkoba

  Dibaca : 397 kali
Penjambret yang Bikin Dokter Luka Parah Ditembak, Ngaku Beraksi di 9 TKP, Hasilnya Dibeli Narkoba
JAMBRET— Pelaku Rangga Pratama (28) yang berstatus napi asimilasi ditangkap Satreskrim Polres Payakumbuh atas kasus jambret.

PAYAKUMBUH, METRO
Jambret sadis bertstatus residivis yang membuat seorang dokter RSUD Adnaan WD Payakumbuh mengalami luka parah akibat terjatuh dari sepeda motornya, dibekuk jajaran Satreskrim Polres Payakumbuh di daerah Nagari Kubang Putih, Kecamatan Banu Hampu, Kabupaten Agam.

Saat penangkapan, penjambret bernama Rangga Pratama alias Angga (28) asal Padang Tiaka, Payakumbuh Timur, ini berupaya kabur dan bahkan melawan petugas. Perugas sudah berulang kali melepaskan tembakan peringatan, tetapi tak dihiraukan pelaku. Petugas pun menghadiahi timah panas di kaki kanannya hingga membuat pelaku terkapar tak berdaya.

Saat dihadirkan dalam press release pengungkapan kasus jambret di Mapolres payakumbuh, pelaku Angga yang baru beberapa bulan bebas dari LP Muaro Padang ini terkulai lemah duduk di atas kursi roda yang didorong petugas.

Sesekali pelaku terlihat masih meringis kesakitan akibat luka tembak yang dialaminya. Kesadisannya dalam melakukan jambret pun luntur dengan kondisinya saat ini.

Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan didampingi Wakapolres Kompol Jerry dan Kasat Reskrim AKP M Rosidi mengatakan, pelaku Angga ditangkap Jumat (17/7) sekira pukul 00.50 WIB lalu, merupakan residivis kasus pencurian sepeda motor. Pelaku bebas dari penjara sejak tiga bulan lalu dari setelah mendapat program asimilasi pandemi Covid-19.

“Bukannya bertaubat setelah menjalani hukuman dan sudah dibebaskan, pelaku malah kembali melakukan kejahatan.

April keluar dari LP Muaro Padang, Mei langsung beraksi. Sampai Juli ini,  pelaku sudah melakukan penjambretan di sembilan TKP berbeda di wilayah hukum Polres Payakumbuh. Pelaku ini sangat sadis saat melakukan aksinya,” kata AKBP Dony Setiawan.

AKBP Dony menjelaskan,  dari sembilan TKP penjambretan yang dilakukan tersangka, sebanyak lima TKP yang dilaporkan korban kepada Polisi. Dengan rincian, tiga laporan masuk ke Polres Payakumbuh, satu laporan masuk ke Polsekta Payakumbuh, dan satu laporan diterima Polsek Luhak. Dari laporan itu, masing-masing korban mengalami kerugian jutaan rupiah dan bahkan ada yang terluka parah. Sedangkan untuk empat TKP lain,  belum ada laporan polisinya.

“Melalui konferensi Pers ini kami berharap bantuan kawan-kawan menginformasikan kepada masyarakat yang menjadi korban penjambretan di empat lokasi ini melapor ke Polres Payakumbuh. Empat TKP penjambretan yang dilakukan Angga yag belum ada laporan polisinya adalah penjambretan di Jalan Khatib Sulaiman, dekat lapangan Saribulan, Sawah Padang, Payakumbuh Selatan. Kemudian penjambretan di Payobasuang, Payakumbuh Timur, serta dua penjambretan di Kelurahan Ibuah, Payakumbuh Barat,” jelas AKPB Dony.

Dijelaskan AKBP Dony, korbannya tidak hanya warga Payakumbuh, tapi juga warga Kabupaten Limapuluh Kota. Termasuk dr Yosi Susan yang tercatat sebagai warga Padang Rantang, Koto Tuo, Kecamatan Harau. Sasaran pelaku, memang kelompok rentan, khususnya wanita yang membawa tas di sepeda motor. Sebelum beraksi, pelaku akan berkeliling memantau sasarannya.

“Pelaku dalam aksinya bermain tunggal atau singel fighter. Yang paling viral dari aksi pelaku adalah saat menjambret tas milik dokter yang bertugas di RSUD dr Adnaan WD Payakumbuh. Akibat penjambretan itu, dr Yosi Susan tidak hanya kehilangan tas, tapi juga tejatuh dan terseret sepeda motor di atas aspal. Bahunya patah. Pembuluh darahnya pecah dan putus. Petugas medis ini juga mengalami luka di tulang pipi,” ujar AKBP Dony.

Bahkan, menurut AKBP Dony, tersangka usai menjual hasil curiannya uangnya dipergunakan untuk membeli narkoba. Untuk itulah, pihaknya akan akan terus mendalami kasus penjambretan yang dilakukan Angga dan bisa saja jumlah TKP akan bertambah. Jadi, perbuatan pelaku ini tidak hanya membuat para korban kehilangan harta benda, tetapi juga bisa membuat korbannya celaka bahkan kehilangan nyawa.

“Kami mengimbau warga Payakumbuh, jangan membuka peluang dari pelaku kejahatan. Jika membawa tas saat berkendara, simpan tas itu di tempat aman. Taruh misalnya di bawah jok agar tidak memancing para pelaku jambret beraksi. Jangan gunakan Hp ketika mengendarai sepeda motor,” pungkasnya. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional