Menu

Pengusaha CCTV Ternyata Tewas Dikeroyok 11 Orang di Kabupaten Padangpariaman

  Dibaca : 441 kali
Pengusaha CCTV Ternyata Tewas Dikeroyok 11 Orang di Kabupaten Padangpariaman
REKONSTRUKSI— Para tersangka memperagakan adegan saat korban Riki Ari Nofrizal (38) dikeroyok hingga tewas di Simpang Padang Korong Pasa Karambia, Nagari Guguak, Kecamatan 2x11 Kayutanam, Kabupaten Padangpariaman.

PDG. PARIAMAN, METRO–Satreskrim Polres Padangpariaman melakukan re­konstruksi kasus pengeroyokan yang menewas­kan pengusaha CCTV akibat diteriaki maling saat me­lintas menggunakan mobil Avanza di Simpang Pa­dang Korong Pasa Karambia, Nagari Guguak, Ke­camatan 2×11 Kayutanam, Kabupaten Padangpariaman.

Aksi pengeroyokan itu terjadi pada Minggu (14/3) lalu. Korban yang diketahui bernama Riki Ari Nofrizal (38) tewas dengan kondisi penuh luka di sekujur tu­buhnya. Sedangkan rekan­nya, Riki Ari Nofrizal (38) saat itu juga mengalami luka-luka mendapatkan perawatan di rumah sakit dan kini sudah kembali pulih.

Pascapengoro­yokan itu, Sat­reskrim Polrespa­dangpariaman pun me­lakukan penangkapan ter­hadap para pelaku penge­royokan. Totalnya, 11 orang sudah ditetapkan se­bagai tersangka, namun baru enam orang yang sudah ditangkap, sedang­kan enam orang yang ma­sih dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buron.

Pada  Senin (7/6), untuk melengkapi berkas perkara kasus pengeroyokan itu, Polisi pun melakukan reka ulang adegan kasus penge­royokan itu langsung di lokasi kejadian dengan menghadirkan keenam ter­sangka yang sudah ditang­kap. Sedangkan lima ter­sangka yang DPO dan kor­ban diperagakan oleh pe­ran pengganti.

Kasat Reskrim Polres Padangpariaman, AKP Ar­diansyah Rolindo Saputra mengatakan, tujuan rekon­struksi yaitu untuk mem­perjelas bagaimana kea­daan sebenarnya kejadian ini (pengeroyokan hingga timbulnya korban jiwa) untuk mempermudah pro­ses penyidikan.

“Awalnya 25 adegan yang akan diperagakan saat rekonstruksi. Namun, setelah dilaksanakan, ber­tambah lima adegan lagi. Sehingga total 30 adegan. Saat rekonstruksi i ada adegan yang tidak diakui oleh tersangka akhirnya terungkap karena saat ter­sebut dihadirkan salah satu korban selamat dan saksi-saks,” kata AKP Ar­diansyah Rolindo.

Ditambahkannya, re­konstruksi tersebut dimulai dari penghadangan mobil korban oleh tersangka, lalu teriakan maling terhadap korban hingga akhirnya terjadi pengeroyokan.  Di lokasi akhir, korban dike­royok oleh orang banyak hingga salah satu dari dua korban meninggal dunia sedangkan pengeroyok hing­ga sekarang yang telah ditetapkan menjadi ter­sangka sebanyak 11 orang.

“Jarak antara lokasi adegan pertama hingga akhir sekitar tujuh sampai delapan kilometer dengan sejumlah lokasi kejadian yang diakhiri di Nagari Guguak. Latar belakang terjadinya peristiwa itu yaitu diduga korban yang sedang mengendarai mo­bil menyenggol salah se­orang tersangka yang se­dang mengendarai sepeda motor,” ungkap AKP Ar­diansyah Rolindo.

Usai bersenggolan, dije­laskan AKP Ardiansyah Rolindo, tersangka beru­saha mencegat mobil kor­ban dan selanjutnya me­neriaki korban maling se­hingga sejumlah orang mengejar dan mengero­yok korban hingga salah satu dari dua korban meninggal dunia.

“Setelah rekonstruksi, kita akan segera meleng­kapi berkas perkara lalu dilimpahkan ke Jaksa. Un­tuk lima orang tersangka yang DPO, akan terus kita lakukan perburuan. Mu­dah-mudahan dalam waktu dekat bisa ditangkap,” ujar AKP Ardiansyah Rolindo.

Sementara adik korban meninggal pada kasus pe­ngeroyokan itu Lola Ari Nofrizal mengatakan pi­hak­nya belum puas dengan rekonstruksi tersebut ka­rena sejumlah tersangka menggunakan peran peng­ganti sebab tersangka ma­sih berstatus daftar pen­carian orang.

“Bukan tidak mene­ri­ma. Namun masih ada ade­gan yang rasanya belum dipe­ragakan. Apalagi masih ada yang belum ditangkap. Harapan kita kepada Polisi, pelaku lainnya segera di­tangkap. Meski begitu, kami mengapresiasi aparat kepolisian dan kejaksaan yang telah berupaya me­nangani kasus penge­ro­yokan terhadap saudara saya,” ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh salah seorang korban selamat dari kasus pengeroyokan tersebut Muhammad Syah­ri (33) yang menjelaskan ketidakpuasannya karena pada saat rekonstruksi menggunakan peran peng­ganti dengan alasan ada lima tersangka yang belum ditangkap.

“Berdasarkan alur ce­rita tadi sudah oke, tapi pihak polisi bilang kalau ter­sang­ka yang masuk DPO ter­tangkap dan ada aksi yang tidak ada pada rekonstruksi tadi maka akan dilakukan rekons­truksi ulang,” pung­kasnya. (ozi)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional