Menu

Pengurus Pengprov PGSI Sumbar Dikukuhkan, Jangan Terlalu Berharap Dana APBD

  Dibaca : 552 kali
Pengurus Pengprov PGSI Sumbar Dikukuhkan, Jangan Terlalu Berharap Dana APBD
KUKUHKAN PENGURUS— Ketum PB Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Tri Media Pandjaitan mengukuhkan pengurus Pengprov PGSI Sumbar periode 2019-2023. ( IST )

PADANG, METRO – Kepengurusan Pengprov Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI Sumbar) periode 2019 – 2023 dilantik Ketum PB PGSI Tri Media Pandjaitan di auditorium Gubernuran Sumbar, Sabtu (28/9/19). Kabinet pengurus PGSI Sumbar periode 2019 – 2023 ini digawangi Mukhlis Yusuf Abit (Ketua) dan Sekretaris Ediswal.

Ketua Pengprov PGSI Sumbar Mukhlis Yusuf Abit mengatakan, olah raga gulat sudah dikenal sejak 1970 silam, yang diperkenslskan melalui SGO. Sejak itu cabor gulat ini banyak menuai prestasi. Dan memperoleh prestasi- prestasi yang cukup gemilang.

“Terutama era 1980, pegulat Sumbar yang dikenal saat itu seperti almarhum Rusdi dan Afrizal Ranggo,” ujar Yusuf Abit.

Gulat merupakan salah satu cabor andalan Sumbar untuk mendulang medali di bebagai kejuaraan tingkat nasional. Maka ke depan campur tangan pemerintah agar pegulat-pengulat Sumbar lebih berprestasi lagi ke depan.

Untuk meningkatkan prestasi gulat di Sunbar diharapkan pengurus Pengcab PGSI kabupaten dan kota melaksanakan berbagai iven termasuk iven selevel nasional. Dan tidak saja diserahkan kepada daerah yang memiliki finansial yang mapan saja.

Akan tetapi perlu digilir di setiap kabupaten dan kota. Sehingga kekuatan atlet gulat merata dikabupaten dan kota di Sumbar Selain itu ke depan diharapkan dukungan dari segala pihak, baik masyarakat dan pemerintah provinsi termasuk KONI.

Ketum PB PGSI Tri Media Pandjaitan mengakui, secara sejarah  Sumbar merupakan banyak melahirkan pegulat- pegulat berprestasi. Maka, ia mengharapkan pengurus yang dilantik ini hendaknya orang gila. “Gila dalam artian, mau mengorbankan waktu dan meninggalkan pekerjaan demi kepentingan gulat,” ujar Tri Media.

Dikatakan Tri Media, gulat merupakan olahraga yang efektif, karena seorang atlet bisa menambang 10 medali emas. Jika dibandingkan dengan Cabor sepakbola, dengan jumlah pemain 11 orang hanya mengantongi satu medali. Kemudian, untuk mendulang prestasi memang tidak terlepas dari sisi pendanaan.

“Tanpa pendanaan mustahil akan akan mendulang prestasi. Maka soal pendanaan ini merupakan salah satu tantangan bagi pengurus untuk empat tahun ke depan,” ujar Tri Media.

Ia meminta pengurus Pengprov PGSI Sumbar jangan terlalu berharap pendanaan dari APBD. Karena kalau terlalu berharap dengan dengan dana APBD, maka program yang disusun kepengurusan tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Oleh karena itu , gulat bisa dijual ke pihak ketiga, sebab pengurus bisa memasang logo branding di kejuaraan kejuaraan gulat.

Sekdaprov Sumbar Alwis mengatakan, pengurusan  PGSI Sumbar saat ini sangatlah tepat sekali diserahkan kepada Mukhlis Yusuf Abit. “Saya yakin dan optimis Cabor gulat di Sumbar menjadi lebih berprestasi lagi pada masa akan mendatang,” ujar Alwis.

Alwis mengharapkan, kepada pengurus sekarang agar sungguh sungguh mengurus atlet  gulat ini. Serta tidak mengabaikan keberadaan atlet yang berjuang untuk memberikan nama harum daerah. Jadi perhatikan soal kesejahteraan atlet dan masa depan atlet.

Sebab ia memiliki pengalaman yang kurang mengenakan ketika menjadi seorang atlet. Waktu itu ia pernah menjadi atlet tinju, yang mengikuti kejuaraan di Medan. Saat itu ia sesama atlet pergi duluan dengan menumpang bus. Sedangkan, pengurus tinju berangkat dengan pesawat. Sejak itu memutuskan berhenti menjadi atlet tinju, karena prilaku yang tidak berkenan baginya.

Pelantikan Pengprov PGSI Sumbar dihadiri, Ketum PB PGSI, Sekdaprov Alwis, Kadispora Sumbar Bustavidia dan Ketum KONI Syaiful. (boy)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional