Menu

Pengurus Masjid Mukminin Alang Laweh Ucapkan Terimakasih

  Dibaca : 91 kali
Pengurus Masjid Mukminin Alang Laweh Ucapkan Terimakasih
PERSIAPAN— Terlihat sejumlah panitia sedang mempersiapkan penyembelihan sapi kurban (firman akhmadi/posmetro)

PADANG, METRO – Setelah usai tugas melaksanakan prosesi pemotongan hewan kurban, Pengurus Masjid dan Ketua Panitia Masjid Mukminin, Kelurahan Alanglaweh, Kecamatan Padang Selatan, mencupakna terimakasih kepada para donator.

“Alhamdulillah, prosesi penyembelihan hewan kurban sebanyakl 16 ekor sapid an 4 ekor kambing, berjalan sukses seperti yang diharapkan,” ujar Ketua Masjid Mukminin Zul Heri alias Tai didampingi Bendahara Nasrul R dan tokoh masyarakat Wewen Fernando, kepada POSMETRO kemarin.

Dikatakan, untuk tahun ini ada 16 ekor sapid dan 4 ekor kambing yang dikurban. Dengan jumlah peserta 116 orang denmgan kewajiban masing masing Rp2.350.000. panitia menyebarkan sebanyak 970 lembar kupon. Jika disbanding tahun lalu, tahun ini meningkat satu ekor jumlah kambing.

Kemudian atas nama pengurus masjid, Ketua Pelaksana Nursal Efendi, Sekretaris Riki Agustri, Fauzan, Bendahara Nasrul R kami ucapkan terimakasih kepada para donator dari Rumah sakit Umum BMC/JYudi, Ekstra Joss, Yamaha Cahaya Baru, Majelis Taklim, Samba Lalap, Pemuda dan pemudi dan RT dan RW. Semoga untuk tahun yang akan dating, peserta dan jumlah hewan kurban akan meningkat,” ujar Zul Heri.

Disebutkan Zul Heri bahwa hari Raya Idul Adha akan lebih bermakna dan kaya hikmah. Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari ini. Salah satunya adalah pengorbanan untuk yang dicintai, termasuk keluarga kita sendiri.

Kurban kata Zul Heri, bermula dari perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya. Nabi Ibrahim menerima perintah itu lewat mimpi. Nabi Ibrahim lalu menyampaikan perintah itu kepada anaknya. Mereka lalu menaati perintah itu. Saat akan disembelih, Allah mengganti sang anak dengan seekor hewan ternak yang besar.

Kurban bermakna pengorbanan pada sesuatu yang dicintai, yakni harta yang telah diperoleh. Dengan berkurban, artinya seorang Muslim memberikan sebagian hartanya untuk membeli hewan kurban, lalu menyembelihnya, dan memakan dan membagikan daging­nya kepada orang-orang di sekitar. “Iduladha itu artinya pengorbanan kita memberikan apa yang kita cintai dari harta benda kepada orang lain dengan maksud ibadah kepada Allah,” sebutnya.

Berkurban dapat menyucikan diri dan harta. Dengan berkurban pula, rasa kasih sayang dan peka terhadap sesama bisa ditumbuhkan. Agar kita menjadi peka terhadap kehidupan di dunia, bahwa apa yang dari Allah akan kembali kepada Allah,

“Berkurban pada Hari Raya Idul Adha juga jelas dapat mendekatkan diri kepada Allah dan mencerminkan sikap takwa. Allah juga mengampuni dosa-dosa orang yang berkurban,” katanya.

Lebihjauh dikatakannya, makna kurban kalau dilihat dari sejarahnya ialah ujian ketaatan dan keikhlasan dalam menerima suatu cobaan yang diberikan Allah SWT.. Dengan demikian, berkurban menjadi sa­rana mendekatkan diri kepada pencipta.

“Dengan mengurbankan sabagian reski yang telah dititipkan kepada kita, untuk dapat dinikmati dan dirasakan orang yang berhak maupun orang di sekitar kita,” ujarnya. (ped)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional