Close

Pengurus Koperbam Telukbayur Ingatkan KRK, Chandra: Tak Abal-abal, Kita Didukung Pusat 

ARAHAN—Ketua Koperbam Telukbayur Chandra saat berikan arahan kepada para KRK saat rapat, Senin (4/10).

PADANG, METRO–Hasil rapat Induk Koperasi (Inkop) Indonesia yang digelar baru baru ini dihadiri langsung Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala) diwakili oleh staf khususnya Darto, Kementerian Tenagakerja, Kementerian Koperasi dan seluruh TKBM se Indonesia, dengan hasil yang mem­banggakan, khusus­nya untuk perkembangan Koperbam Telukbayur ke­depan.

Secara langsung Dirlala melalui staf khususnya mendukung sepenuhnya keberadaan Koperbam Telukbayur dan upaya upaya yang dilakukan selama ini. Baik berupa disiplin, pe­ningkatakan produktifitas kerja dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Tapi dengan catatan, jangan menambah anggota yang ada. Ingatkan itu,” ujar Ketua Koperbam Telukbayur Chandra, didam­pingi Sekretaris Nursal Uce M, SH, Bendahara Usman Z, Ketua PB Paiman dan anggota Sandi Ardi saat rapat mendadak kemarin.

Dikatakan Chandra, sa­at ini Koperbam memiliki sebanyak 612 anggota d­e­ng­an 63 Kepala Regu Kerja (KRK). Jika diamati jumlah ini terlalu banyak. Jika perlu kepada KRK atau anggota bermasalah kita akan cabut SK nya untuk dikeluarkan dari keanggotaan. Ini demi terciptanya kondisi kondusif di organiasi, sehingga kesejahteraan anggota meningkat.

Untuk itu saya ingatkan kepada KRK untuk tetap mengedepankan  disiplin kerja, bertanggungjawab terhadap barang, anggota dan patuhi aturan yang berlaku. Dengan begitu, kita akan mendapatkan para pekerja tang-guh yang sudah mengan-tongi identitas yang diakui secara nasional.

Ingat. Kita bukan ko­perasi abal abal yang mu­dah diacak acak pihak lain. Legilitas kita jelas. Kita tak abal abal, seperti yang dikira orang. Kita memiliki legalitas yang kuat. Bukti­nya SKB 2 Dirjen 1 Deputi.

 “Sesuai dengan KM-35 SKB 2 Dirjen 1 Deputi, jelas legalitasi TKBM Koperbam adalah satu satunya koperasi yang sah dalam wi­layah Pelabuhan Telukbayur. KM-35 SKB 2 Dirjen, 1 Deputi  inilah roh-nya TK­BM Koperbam Telukbayur yang miliki legalitas yang syah diakui pemerintah,” tegas Chandra.

Disebutkan bahwa pe­ngurus Koperbam Teluk­bayur  tetap berupaya untuk memajukan organisasi demi kesejahteraan anggota. Bagaimana caranya. Tentu dengan  melakukan langkah langkah seperti mengikuti  diklat, uji kompetensi, registrasi ulang dan lain sebagainya

  Sementara untuk persiapan Diklat nanti, sebut Chandra, pengurus sudah mempersiapkannya deng­an matang.

Namun sebelum Diklat kita lakukan, kita harus menunggu surat dari Dir­jen Lalu Lintas danm Angkutan Laut (Dirlala)  terlebih dulu. Setelah ada pemberitahuan, baru kita langsungkan diklat itu.

Chandra yang dipercaya In-kop sebagai Wakil Ketua Inkop membidangi Sumber Daya Manusia (S­DM), dan Koor-dinator Wi­layah Su-matera Bidang SDM  ini me-ngatakan, bahwa  sesuai dengan surat dari Ke-menterian  Perhubungan cq Direktorat Jenderal Per-hu-bungan Laut No: KP402/10/20/BW/2021 tentang ser-tifikasi profesi bagi Tenaga Ker-ja Bongkar Muat (TKBM) di-haruskan mengikuti ke-gia-tan tersebut dengan tu-juan untuk meningkatkan skill (keahlian) dan kompetensi para buruh lepas atau Tenaga Kerja Bongkar Mu­at (TKBM) yang me-ru-pakan salah satu unsur SDM pe-nun-jang ope-rasional pelabuhan.

Sebelum Dirlala melalui staf khususnya Darto mengaku mendukung se­penuhnya upaya upaya yang dilakukan Koperbam Telukbayur.  “Saya berharap kepada anggota TK­BM Telukbayur untuk tetap mengedepankan disiplin kerja, keselamatan kerja, efisiensi kerja dan keselamatan barang.,”  ujar Di­rektur Lalu Lintas dan Ang­kutan Laut (Dirlala) melalui staf  khususnya Hendarto.

Saat rapat kemarin, Hendarto,  sangat mendukung upaya yang dilakukan Koperbam Telukbayur selama ini, termasuk ma­salah kelangsungan orga­nisasi kedepan, masalah kesejahteraan anggota,” sebut Hendarto, saat ra­pat kemarin, seperti yang dikatakan Ketua Koperbam Telukbayur Chandra mewa­kili Inkop Indonesia.

Selanjutnya Hendarto, mengatakan bahwa koperasi adalah suatu organi­sasi yang berdiri atas bersama.

“Untuk itu tidak boleh ada lagi koperasi di areal pelabuhan. Jika sudah ada koperasi yang sadah tumbuh kembang, tak perlu lagi ada usaha lain atau koperasi lain. Ini perlu diingat. Untuk itu jagalah kekompakan demi kebersamaan,” ajak Hendarto. (ped)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top