Menu

Pengurus Kadin Temui Gubernur Sumbar, Percepatan Pemulihan, Covid-19 Berdampak Ekonomi Terpuruk

  Dibaca : 136 kali
Pengurus Kadin Temui Gubernur Sumbar, Percepatan Pemulihan, Covid-19 Berdampak Ekonomi Terpuruk
KUNJUNGAN KADIN— Ketua Kadin Provinsi Sumbar, Ramal Saleh dan pengurus bersama Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, Kamis (25/3), di Aula Kantor Gubernur Sumbar.

PADANG, METRO
Dalam upaya melakukan percepatan pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19 ini, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sumbar dan beberapa lembaga asosiasi di Provinsi Sumbar melakukan pertemuan dengan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansarullah, Kamis (25/3), di Aula Kantor Gubernur Sumbar.

Ketua Kadin Provinsi Sumbar, Ramal Saleh menjelaskan, pertemuan dengan Gubernur Sumbar membahas berbagai hal dalam percepatan dan upaya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di Sumbar.

“Kadin menggandeng Pemprov Sumbar untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam hal peningkatan ekonomi agar masyarakat sejahtera,” ucapnya.

Ramal Saleh menambahkan, pertemuan ini untuk mencari permasalahan yang dihadapi di masa pandemi Covid-19 ini dan mencari solusi yang bertujuan memulihkan ekonomi yang terpuruk saat ini.

“Tadi kita sudah dengar, ada beberapa solusi yang disampaikan oleh Gubernur Sumbar yang sejalan dengan misinya memimpin Sumbar hingga akhir periode. Kita harus bersinergi dengan misi dari Gubernur Sumbar,” tambahnya.

Sementara, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, percepatan perekonomian yang digagas Kadin sejalan dengan empat misi dari tujuh misi kepemimpinannya.

Dalam membangun Sumbar Mahyeldi mempunyai visi “Terwujudnya Sumatera Barat Madani yang unggul dan berkelanjutan”. “Sinergitas Kadin dengan Pemprov, ada dalam empat misi dari tujuh misi yang kami bawa. Apalagi misi ketiga dalam hal meningkatkan nilai tambah dan produktifitas pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mahyeldi Ansharullah menjelaskan, peningkatan pendapatan petani, peternak dan lain-lain, tidak hanya dari tingkat produksi semata, melainkan meminimalisir biaya produksi dari para petani. “Jadi orientasi kita adalah pendapatan petani yang berimbas kepada peningkatan kesejahteraan, dan menekan angka kemiskinan,” tambahnya.

Mahyeldi juga menambahkan, Pemprov Sumbar akan mengalokasikan 10 persen dari APBD Provinsi Sumbar untuk peningkatan pertanian di Sumbar. “Kita akan alokasikan 10 persen dari Rp6,7 triliun APBD Sumbar untuk peningkatan pertanian,” ungkapnya.

Salah satu contoh cara untuk meningkatkan kesejahteraan peternak dengan memberikan insentif kepada peternak sapi sebesar Rp500 ribu, jika sapinya melahirkan.

Mahyeldi menambahkan, pada saat ini kehadiran Kadin dan BUMD sangat dibutuhkan dalam menjamin pembelian dari hasil pertanian petani. “Petani tugasnya hanya sebagai petani. Kadin dan BUMD harus memberikan jaminan bahwa hasil pertanian petani dibeli. Jangan bebankan petani pasca panen dalam hal penjualan,” tutupnya.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional