Menu

Pengurus BUMNag Dituntut Berjiwa Bisnis

  Dibaca : 173 kali
Pengurus BUMNag Dituntut Berjiwa Bisnis
PEMBUKAAN RAKOR— Sekdakab Solsel H Yulian Efi saat membuka Rakor BUMNag yang dihadiri sejumlah narasumber kompeten.

SOLSEL, METRO – Untuk mengoptimalkan pengelolaan aset nagari, sehingga terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan pendapatan asli nagari, Pemkab Solok Selatan (Solsel) melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat, Nagari/Desa menggelar Rapat Koordinasi Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag).

Sekretaris Daerah Kabupaten Solsel H Yulian Efi menyampaikan, BUMNag harus bisa menggali potensi yang ada di nagari, sehingga bisa dikembangkan di bawah pengelolaan BUMNag . Seperti aset pasar nagari, objek wisata, perkebunan, pertambangan, pertanian dan banyak hal-hal lain yang bisa dikembangkan.

Di samping itu, ia juga meminta agar pengurus Bumnang berjiwa bisnis, tanpa itu, tentunya Bumnang sulit untuk berkembang.

“Jika Bumnang dipandang memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka Nagari bisa lakukan penyertaan modal, tentu sesuai dengan kajian yang matang,” ujar Yulian.

Sebelumnya lanjut Sekda, Direktur BUMNag se-Solsel juga telah difasilitasi oleh pemerintah daerah melakukan studi banding ke daerah lain. Dari hasil studi banding tersebut, tentu ada yang bisa dicontoh, walaupun tidak harus dicontoh seluruhnya, setidaknya bisa potensi didaerah lain itu bisa dimodifikasi dan disesuaikan dengan daerah kita.

“Jika potensi mereka embung, kita disini bisa dibuat ikan larangan, dan banyak hal lainnya yang visa dijadikan contoh,” ungkap Yulian.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, Nagari/Desa, Hapison menyebutkan, Rakor Bumnag diikuti oleh Direktur BUMNag, Wali Nagari, dan Ketua Badan Musyawarah Nagari. Ia menyebutkan, saat ini sudah terbentuk 39 Bumnag di Solsel. Ia berharap, melalui Rakor ini dapat menambah Bumnag di Solsel sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

Sementara itu, narasumber dalam rakor itu, Sri Maryati dari Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Padang mengatakan, banyak jenis usaha yang bisa dikembangkan melalui BUMNa. Diantaranya, bisnis sosial seperti air minum desa, usaha listrik desa, lumbung pangan, dan sumberdaya lokal.

Dalam bisnis penyewaan bisa dilakukan sewa alat transportasi, perkakas pesta, gedung pertemuan, yang ditujukan untuk melayani kebutuhan masyarakat dan memperoleh pendapatan asli nagari.

Ia mengatakan, modal utama adalah semangat, yang ditumbuhkan dalam diri masing-masing pengurus BUMNag. Selain itu lanjutnya, BUMNag juga bisa memanfaatkan dana nagari, dalam rangka mendukung pengembangan Bumnag untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas hidup serta penanggulangan kemiskinan. (afr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional