Menu

Pengurus BUMNag Diminta Tuntaskan Laporan Keuangan

  Dibaca : 166 kali
Pengurus BUMNag Diminta Tuntaskan Laporan Keuangan
KANTOR—Kantor Wali Nagari Padang Magek, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanahdatar.

TANAHDATAR, METRO
Masyarakat Nagari Padang Magek, Kecamatan Rambatan,Tanahdatar, melalui Wali Nagari minta pengurus BUMNag segera menyelesaikan laporan pertagung jawaban keuangan. Laporan keuangan BUMNag tahun 2019 sudah harus segera diselesaikan, karena sudah hampir satu tahun belum ada kejelasan sama sekali.

Apapun bentuknya, laporan keuangan setiap tahun harus disajikan ke publik atau masyarakat dengan transparan, karena ini adalah uang negara. Jangan ini menjadi persoalan hukum di kemudian hari, bisa saja aparat hukum turun tangan, bila ini dilalaikan.

Pj Wali Nagari Padang Magek Mukhlis SPd mengatakan, sudah memanggil pengurus BUMNag sebanyak tiga kali, namun hingga kini belum jua datang. “Minggu depan saya akan kembali layangkan surat panggilan untuk keempat kalinya, agar persoalannya cepat selesai,” kata Mukhlis.

Untuk membuat laporan pertanggung jawaban keuangan tidaklah sulit, sepanjang kegiatan dilaksanakan dengan baik dan benar. “Apa sih susahnya membuat laporan keuangan, apalagi uang yang dikelola jumlah tidak banyak,” kata Mukhlis

Dikatakan, BUMNag Nagari Padang Magek menerima kucuran dana dari nagari sebanyak dua tahap. Tahap pertama penghujung tahun 2018 sebesar Rp50 juta, laporannya sudah diserahkan. Sementara tahap kedua tahun 2019 juga sebesar 50 juta, namun laporan keuangan belum kunjung diserahkan. “Saya sekarang didesak masyarakat, untuk meminta laporan keuangannya, saya harap pengurus segera menyerahkan laporannya,” kata Mukhlis.

Beberapa waktu lalu, tenaga pendamping Bumnag dari provinsi juga sudah datang menemui dirinya, agar pengurus Bumnag segera menyelesaikan segala urusan yang berkaitan dengan perjalan keuangan Bumnag.

Ketua Bumnag Y.Dt. Mudo mengatakan, keuangan Bumnag tahun 2018 lalu laporan keuangannya sudah diserahkan ke Nagari. Untuk tahun 2019 memang belum diserahkan atau belum dibuat.

Ia menyebut, tahun 2019 ini Bumnag Padang Magek tidak berjalan alias fakum.”Sejak tahun 2019 Bumnag Padang Magek tidak ada kegiatan, alias fakum, dan kami bersama pengurus sedang menyusun laporan keuangan,” kata Dt. Mudo.

Dirinya juga membantah Bumnag yang ia pimpin menerima kucuran dana sebanyak dua kali dari Nagari.”Bumnag hanya menerima kucuran dana hanya sekali sebayak 50 juta, tidak dua kali,” kata Dt. Mudo.

Disebutkan, peruntukan dana Bumnag juga cukup jelas. Salah usaha yang digeluti oleh Bumnag adalah usaha penyewaan baju adat dan penjualan sovenir.”Dalam perjalanan usaha yang digeluti Bumnag macet, dan hingga kini fakum,” katanya.

Dt. Mudo berharap masyarakat tidak berfikir negatif. Semua keuangan dan aset Bumnag yang ia pimpin bisa dan dapat dipertangungjawabkan dengan baik. Dikatakan, Bumnag Padang Magek berdiri tahun 2018 lalu.

Ketua BPRN Nagari Padang Magek Faisal Candra sebagai lembaga nagari telah menjalankan fungsinya dengan baik, salah satunya meminta pimpinan nagari untuk menyelesaikan persoalan yang ada termasuk masalah Bumnag.  “Jangan biarkan persoalan dalam nagari berlarut larut, bila ada persoalan segera carikan solusinya,” kata Faisal.

Bumnag Padang Magek tidak berjalan dan berkembang dengan baik dan semestinya. Sebaiknya pengurus Bumnag segera menyelesaikan laporan keuangan dan dapat dipertanggung jawabkan dengan baik dan trasparan serta akuntabel, agar masyarakat tidak negatif thinking, jelas ketua BPRN.

Sementara Sekretaris Bumnag Yahya mengatakan, dirinya tidak bisa memberikan keterangan terkait persoalan yang membelit Bumnag Padang Magek.”Sebaiknya tanya langsung ketua, dia yang lebih berhak memberi keterangan dan penjelasan,” katanya.

Disamping ketua yang lebih mengetahui perjalanan dan laporan keuangan tentu bendahara. Sepengetahuannya laporan keuangan tahap pertama sudah diselesaikan. Sementara laporan keuangan tahap kedua yakni tahun 2019 belum ada.

Ia juga tidak mengetahui dana tahap kedua apakah sudah di cairkan atau belum oleh ketua. Kalau dana tahap kedua belum dicairkan, artinya masih tersimpan dalam rekening Bumnag, pungkasnya. (ant)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional