Menu

Penguatan SDM, Guru MDTA Ikuti Kegiatan Workshop Bersama UNP

  Dibaca : 140 kali
Penguatan SDM, Guru MDTA Ikuti Kegiatan Workshop Bersama UNP
UNP melalui (PKM) melakukan pengabdian masyarakat melakukan meningkatkan SDM kepala Sekolah dan guru-guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Amaliah (MDTA) se kecamatan Koto Tangah kota Padang.

PADANG,  METRO–Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Padang (UNP), melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap kepala Sekolah dan guru-guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Amaliah (MDTA) sekecamatan Koto Tangah kota Padang.

Ada 30 orang yang terlibat dalam PKM tersebut. Tim pengabdian kepada masyarakat  dan sekaligus pemateri dari UNP; ketua Prof. Dr.Bafirman HB,­M.Kes.AIFO, dengan anggota Drs.Apri Agus, M.Pd., Dr. Yuni Suasti, M.Si, dan Dr. Dadan Suryana. M.Pd.,  Sebagai pemateri eksternal; Syaifuddin Zuhri, M.Aq dari DPAC FKDT Kota Padang.,  Ucin Limas Qori, YZ.MA dari Kemenaq kota Padang,, Parlaungan, MA., dari STAIPIQ.

Kegiatan Workshop ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai sabtu tanggal 31 Juli s.d. 2 Agustus  2021. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan. Kegiatan Pemberdayaan MDTA melalui Penguatan SDM ini, baru pertama kali dilaksanakan baik tingkat kecamatan ataupun kota Padang.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat oleh peserta dan elemen terkait. Ketua pelaksana mennyampaikan, MDTAmerupakan pendidikan keagamaan non-formal yang sangat memiliki kompetensi dan perlu diberdayakan, karena  selama ini telah terus berjuang membimbing pendidikan agama Islam pada masyarakat, khususnya ge­nerasi muda, dalam upaya mengajarkan ke­mampuan membaca, menulis Al-Qur’an dan hadist, juga sangat berperan bagi perkembangan jiwa anak seperti pengetahuan tentang ibadah, akidah, dan akhlak. Keimanan dan ketakwaan mereka agar terbentuk karakter akhlaqul karimah, men­tals­piritual yang kokoh dengan tetap memperhatikan perkembangan zaman, untuk membentuk generasi muda yang berakhlaq mulia dan menjadi insan yang bertaqwa.

Lebih lanjut dikemukakan, Pemberdayaan MDTA khusus di Kecamatan Kototangah ataupun kota Padang belum lagi sebagaimana yang diharapkan, masih perlu dan banyak yang perlu dibenahi dan ditingkatkan untuk menjadi pendidikan non-formal yang berkualtas.

Berbagai permasalahan dalam memberdayakan  MDTA, realitanya sangat jauh dari suatu standar pendidikan. Permasalahan tersebut antara lain adalah (1) Kemampuan Pengajar yang kurang mumpuni dan kurangnya ada usaha untuk meningkatkan kompetensi diri sesuai dengan perkembangan IPTEK, (2) Koordinasi antara guru yang kurang maksimal, sehingga materi pembelajaran tidak runut dan asal sebisanya pengajar, (3) kultur dan suasana organisasi, serta perilaku manajerial yang sangat berpengaruh, (4) Manajemen pengelolaan yang belum efisiensi dan efektivitas, (5) Ketersediaan dana yang belum memadai untuk kebutuhan kegiatan rutin terutama untuk pembayaran uang lelah guru dan pembelian ATK, (6) Keterbatasan biaya pengadaan perawatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana. Dan lain sebagainya.

Keberadaan MDTAharusnya memiliki peran penting dan menjadi center of excellent dalam upaya mendidik dan membimbing ajaran agama Islam yang sangat besar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. MDTA mesti terus dikembangkan dan diberdayakan dari berbagai hal, terutama tentunya kualitas SDM pendidik yang profesionalagar proses pembelajaran dapat terlaksana dengan lebih baik, sehingga kualitas pembelajaran yang diterima oleh peserta didik akan lebih berkualitas. (rel)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional